Ini Tuntutan Aksi Unjuk Rasa AMMPI di Dubes Inggris

 Ini Tuntutan Aksi Unjuk Rasa AMMPI di Dubes Inggris

Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Merah Putih Indonesia (AMMPI) telah berlangsung hampir 2 jam di depan Dubers Inggris

Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Merah Putih Indonesia (AMMPI) telah berlangsung hampir 2 jam.

Aksi dimulai dari jam 14.30 dan berakhir pukul 16.30 WIB setelah perwakilan demonstran selesai diterima Dubes Inggris Moazzam Malik.

Kronologis aksi protes AMMPI di depan Kedubes Inggris:

1). Tanggal 10 Mei 2016 Ketua Partai Buruh (Labour Party) Inggris Jeremy Corbyn menerima kunjungan Benny Wenda sbg pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan mengeluarkan
pernyataan yang merendahkan kedaulatan NKRI bahwa “selama 5 dekade Papua berada di Indonesia, hanya penderitaan yang didapat oleh rakyat papua. Maka lebih baik Papua merdeka dari Indonesia”. Hal ini sama saja Corbyn secara nyata mendukung gerakan MAKAR Benny Wenda.

2). Benny Wenda yg notabene sbg buronan polri sejak 2002 selama ini tinggal di Oxford London Inggris, perbuatan ini diduga dilindungi oleh Pemerintah Inggris karena Benny Wenda jg mendirikan kantor perwakilan ULMWP di London Inggris.

3). Dengan kondisi di atas, aliansi mahasiswa dan masyarakat berkumpul utk bergerak memprotes pernyataan Corbyn dan meminta klarifikasi Pemerintah Inggris ttg status Benny Wenda dan meminta agar Benny Wenda diekstradisi ke Indonesia. Aliansi Masyarakat Merah Putih Indonesia ini diinisiasi oleh para tokoh pemuda yg concern thdp kondisi papua seperti Rasminto (KETUM DPP PPNI) dan Habelino Sawaki (Mahasiswa S3 UI/ Ketum PB GEMAPI).

Aksi Unjukrasa di depan dubes Inggris dengan membakar bendera
Aksi Unjukrasa di depan dubes Inggris dengan membakar bendera

4). Selasa, 17 Mei 2016 jam 14.30-16.30 aksi protes dilaksanakan di depan Kedubes Inggris dengan massa kurang lebih 120 org dr elemen:
a. BEM Univ. Esa Unggul
b. Badko HMI JABODETABEK BANTEN
c. HMI UNJ
d. HMI UBK
e. BEM UIC
f. HMI UIC
g. Laskar Merah Putih
h. BEM Univ. Jayabaya
i. DPP PPNI
j. GEMAPI
k. GMNI Univ. Esa Unggul.

Dengan kordinator aksi dipimpin oleh Adi Febri Santoso (Bendum BADKO HMI JABOTABEKA BANTEN).

Dengan tuntutan aksi sebagai berikut:

1.   Jeremy Corbyn sebagai Ketua Partai Buruh Inggris harus meminta maaf kepada Rakyat Indonesia atas sikap dan pernyataan yang menyakitkan tentang dukungan Partainya kepada kemerdekaan Papua.

2.   Tolak intervensi kedaulatan NKRI oleh Partai Buruh Inggris.

3.   Tolak masuknya United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) pimpinan Benny Wenda dan NGO Asing ke Tanah Papua karena disinyalir sebagai agen perusak dan provokator kesatuan & persatuan bangsa.

4.   Mendukung Pemerintah Indonesia khususnya Polri untuk memproses secara hukum bagi pengguna simbol-simbol separatisme sesuai PP No. 77 thn 2007.

5.   Tangkap dan cabut ijin tinggal di Oxford serta EKSTRADISI Benny Wenda kembali ke Indonesia karena sebagai buronan separatis dan menjadi dalang serta provokator kerusuhan-kerusuhan selama ini yang terjadi di Tanah Papua.

6.   Pemerintah Inggris harus menghormati kedaulatan NKRI sebagai negara yang berdaulat.

5). Pada pukul 15.30-16.30
Dubes Inggris untuk Indonesia Moazam Malik Menerima dan mengatakan kepada perwakilan pendemo yaitu Habelino Sawaki dan Alfian Balyanan (Presiden Mahasisea BEM Esa Unggul), sbb :
1. bahwa  statemen Jeremy Corbin adalah statemen pribadi. Bukan pernyataan negara Inggris.
2. Inggris mendukung papua dibangun dalam bingkai  Republik Indonesia.
3. Inggris mendukung komitmen Presiden Jokowi yg 4 kali ke papua dlm setahun.
4. Beliau berjanji akan menyampaikan protes hari ini ke Jeremy Corbin.

(Pengirim: Rasminto)
Digiqole ad

Berita Terkait