Jadwal Pertandingan dan Rating TV Warnai Tragedi Kelam Stadion Kanjuruhan

 Jadwal Pertandingan dan Rating TV Warnai Tragedi Kelam Stadion Kanjuruhan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menyatakan dirinya sempat mendapatkan surat bahwa pihak kepolisian meminta jadwal pertandingan dimajukan laga Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Hal itu disampaikan Dede Yusuf menyusul waktu penyelenggaraan sepak bola yang dilakukan malam hari disorot buntut tragedi Kanjuruhan yang menimbulkan korban jiwa ratusan orang meninggal dunia.

“Setiap penyelenggaraan maka ada briefing nah pada saat briefing itulah semua itu mensepakati. Satu contoh saya mendapat surat bahwa pihak kepolisian sudah meminta untuk memajukan jadwal pertandingan dari jam 8 ke sore hari,” kata Dede Yusuf kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).

Lebih lanjut Politisi Demokrat ini mengungkapkan, pada saat itu posisi PSSI setuju jadwal dimajukan, namun pihak PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) menolak. Dede Yusuf mengatakan dugaan penolakan ini lantaran rating TV yang tinggi saat malam hari.

“PSSI setuju, tetapi liga mengatakan tidak, harus sesuai jadwal. Karena konon katanya, ini masih konon katanya kami belum bisa mengatakan, TV ratingnya itu paling tinggi kalau malam. Jadi inipun menjadi pertanyaan apakah liga itu ditentukan oleh rating TV,” ungkapnya.

Dede Yusuf mengatakan pihaknya akan memanggil TV swasta yang menayangkan pertandingan. Menurutnya beberapa hal terkait rating hingga lokasi pertandingan akan ditanyakan.

“Makanya kami juga akan memanggil pihak TV yang akan menyiarkan dalam hal ini mungkin stasiun swasta,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyayangkan dengan pertandingan Arema FC dan Persebaya dilakukan malam hari karena berpotensi masalah teknis dan kericuhan. Mengingat, laga tersebut dipenuhi oleh ribuan suporter.

“Katakan lah mungkin akan repot jika terjadi sesuatu, itu harus dipaksa malam, karena malam itu banyak masalah masalah teknis yang tidak bisa dikuasai jika terjadi sesuatu, itu juga perlu kita tanyakan,” jelasnya.

Selain itu, ungkap Dede, Komisi X DPR akan pertanyakan mengapa sebuah pertandingan antara dua klub besar harus dilakukan di kandang sendiri. Sebab, bila tim tuan rumah kalah atau menang pasti terjadi luapan emosi.

“Tapi kan tidak harus melakukan kerusuhan, mungkin datang hanya untuk berpelukan dengan pemain dengan pelatih, nangis-nangisan, tapi karena pihak keamanan yang dibriefing tadi kumpul hanya di satu tempat ya masuk lah,” pungkasnya.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait