Jelang Munaslub Golkar, Besok Ada Diskusi ‘Kemana Arah Golkar Pergi?’

 Jelang Munaslub Golkar, Besok Ada Diskusi ‘Kemana Arah Golkar Pergi?’

ilustrasi, Akankah Golkar terpecah lagi?

Jakarta, LintasParlemen.com–Kali ini Partai Golkar mengalami guncangan berupa perpecahan internal. Terpecah dalam dua versi kepengurusan. Masing-masing mengklaim sebagai partai yang paling sah. Ini adalah babak yang tak pernah terjadi di partai beringin.

Sebelumnya, partai tersebut telah berhasil melewati transisi era reformasi dengan begitu mulusnya. Tetap solid. Tak ada gejolak internal yang berarti. Bahkan ketika para tokohnya keluar lalu mendirikan partai sendiri-sendiri pun batang tubuh Partai Golkar sama sekali tak bergeming. Tetap menjadi partai terbesar dalam setiap kontestasi politik di negeri ini.

Perpecahan internal yang terjadi saat ini sungguh parah akibatnya. Hampir saja partai itu tak bisa mengikuti Pemilukada. Dan ujung-ujungnya Partai Golkar kalah telak dalam kontestasi politik tersebut. Untunglah para pihak yang berseteru sepakat segera mencari jalan keluar dari kemelut konflik.

Jalan keluarnya adalah dengan menggelar Munaslub bersama antar kedua belah kubu yang berseteru. Sebab, hanya forum Munas lah yang punya kapasitas untuk menentukan hendak kemana arah Golkar pergi, dan siapakah yang akan menahkodai kapal ini.

Begitu rencana Munaslub bersama digulirkan maka panas konstelasi politik di Partai Golkar telah bergeser dari perdebatan tentang kubu mana yang paling syah bergeser menjadi perdebatan tentang perebutan kursi calon ketua umum.

Tapi apakah Munaslub Golkar kali ini hanya akan dipanaskan oleh isu perebutan kursi ketua umum? Hanya sekedar akan menyusun kepengurusan yang syah di mata hukum? Sudah seharusnya Partai Golkar menjadikan momentum Munaslub kali ini bukan sekedar sebagai forum yang menyepakati kepengurusan yang legitimate, melainkan juga harus memikirkan hendak kemana arah Golkar pergi.

Jawaban atas pertanyaan yang terakhir ini sangat penting, mengingat dewasa ini partai-partai politik di Indonesia tengah mengalami krisis visi dan miskin misi, sehingga nyaris tak ada perdebatan konseptual tentang hendak kemana negeri ini akan dibawa.

Yang ada hanya perseteruan politik, perebutan kursi politik, transaksi-transaksi politik, yang kesemuanya hanya didasarkan pada kepentingan praktis-pragmatis. Nyaris tak ada lagi perdebatan ideologis, perdebatan ide-ide konseptual, dan nyaris tak ada lagi nuansa perjuangan untuk mewujudkan sebuah cita-cita politik tertentu. Semuanya kalah oleh transaksi politik dan kepentingan politik sesaat.

Situasi inilah yang antara lain menjadi penyebab utama perpecahan di partai-partai politik era pemilihan langsung dewasa ini, tak terkecuali perpecahan yang terjadi di Partai Golkar.

Atas dasar tersebut di atas, Forum Diskusi Minggu, yakni forum diskusi yang berisi para wartawan dan para mantan wartawan yang concern terhadap masalah-masalah aktual dan masalah-masalah yang menyita perhatian publik di Indonesia akan melaksanakan diskusi “Kemana Golkar Pergi?” yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu, 21 Februari 2016 di tempat Bakoel Caffee, Jl. Cikini Raya Jakarta Pusat, Pukul 10.00 s.d 13.00 WIB.

Nara sumber dalam kegiatan ini adalah
Hajriyanto Y Tohari, Mantan Wakil Ketua MPR-RI dari Partai Golkar. Adhie Massardi, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) dan Meutya Hafid, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI dari Partai Golkar.

Digiqole ad

Berita Terkait