Jelang Puasa dan Lebaran Harga Kebutuhan Pokok Terus Naik, Ini Pesan DPR...

Jelang Puasa dan Lebaran Harga Kebutuhan Pokok Terus Naik, Ini Pesan DPR untuk Pemerintah

SHARE
Anggota Komisi IV DPR RI Susi Marleny Bachsin berbelanja saat mengunjungi Pasar Panorama Kota Bengkulu pada masa reses, Rabu (8/5/2018) kemarin (foto: pribadi)

BENGKULU –  Harga sejumlah kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di daerah sudah mulai merangkak naik menjelang Puasa Ramadan 2018. Beberapa di antaranya bahkan diprediksi akan meningkat hingga memasuki masa Lebaran.

Untuk itu,  Komisi IV DPR RI akan membawa persoalan itu ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerja di DPR pada masa sidang berikutnya.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Susi Marleny Bachsin saat mengunjungi Pasar Panorama Kota Bengkulu pada masa reses, Rabu (8/5/2018) kemarin.

Naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasaran membuat rakyat resah. Itu dikeluhkan hamper seluruh masyarakat, termasuk masyarakat Kota Bengkulu.

Apalagi kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok tersebut, sangat besar. Harga seperti beras dari sebelumnya Rp. 15 ribu percupak menjadi Rp.17 ribu percupak. Kemudian daging ayam dari Rp. 36 ribu perkilogram menjadi Rp. 44 ribu perkilogram

Sementara itu, harga cabe pun ikut nail telah mencapai Garza Rp. 40 ribu perkilogram. You diikuti kenaikan harga daging segar berada diharga Rp. 120 ribu perkilogram. Ternyata harga itu berlangsung di tengah sejak dua pekan terakhir ini.

“Saya sangat khawatir ini terus  berlangsung jika tak bertindak cepat (untuk menekan atau memgontrol harga, red). Satu minggu menjelang datangnya Puasa Ramadhan ini harga kebutuhan pokok untuk masyarakat sudah naik, semakin mendekati dan saat, serta menjelang Lebaran Idul Fitri pasti harga-harga itu tambah mahal lagi. ” kata Susi pada wartawan.

Untuk itu, politisi Gerindra itu meminta pihak Pemerintah agar dapat mencarikan solusi terbaik untuk rakyat.

Ia pun berharap, dengan kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasaran saat ini bisa diminimalisir dengan usaha kerja keeps pemerintah agar harga-harga bisa lebih stabil.

Baca juga :   Kebutuhan Pokok Sering Tak Stabil, DPR Minta Tangkap Spekulan

“Saya jumpai di pasar, untuk harga ayam potong contohnya, naiknya sangat siknifikan dari harga sebelumnya. Begitu juga dengan cabe, meski harganya berfluktuatif dan  jika hari ini ada sisa karena sepi pembeli, keesokan harinya tidak bisa di jual lagi, sebab sudah banyak yang busuk, kasian dengan pedagang. Sedangkan untuk harga daging tidak turun-turun menjadi Rp. 80 ribu perkilogramnya. Sehingga mau tidak mau harus ada solusinya dari Pemerintah,” kata Susi.

Politisi asal Bengkulu ini menyayangkan, kenaikan harga daging ayam. Ia menyinggung pihak pemerintah yang tidak mengetahui secara pasti ayamnya bersembunyi di mana, termasuk dugaan adanya oknum yang bermain dalam pasokan daging ayam di dalam negeri. (MA)

 

Facebook Comments
Iklan: