Jika Anda Merasa Mampu! DPR Minta Tidak Pakai BBM Subsidi

 Jika Anda Merasa Mampu! DPR Minta Tidak Pakai BBM Subsidi

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Mukhtarudin menghimbau masyarakat Indonesia yang mampu secara financial tidak beli Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sejumlah titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mukhtarudin berharap masyarakat yang kaya beli BBM non-subsidi.

Menurut Mukhtarudin, ada dua yang tak bisa menggunakan BBM subsidi, yakni masyarakat yang disebut masih kaya dan pelaku industri. Keduanya, cukup menggunakan BBM non-subsidi tanpa menggunakan jenis solar dan pertalite bersubsidi.

“Melalui ini, saya sangat menghimbau masyarakat kaya atau pelaku industri untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi,” kata Mukhtarudin pada wartawan Lintas Parlemen, Jumat (5/8/2022).

Sejatinya, pintanya, warga yang memiliki kemampuan  lebih bisa membeli BBM non-subsidi seperti pertamax turbo, dexlite, pertamax, dan pertamax dex. Menurutnya, jika masyarakat paham dengan hal tersebut, maka pengguna pertalite serta solar subsidi bisa tepat sasaran.

Untuk itu, politisi Kalimantan Tengah ini menjelaskan, rakyat perlu bijak menggunakan BBM sesuai kebutuhan mesin kendaraan. Mengingat, BBM subsidi ada 16 persen dari APBN  bisa digunakan untuk memperbaiki infrastruktur dan pertanian bagi para masyarakat.

“Saya berharap masyarakat bisa menggunakan BBM secara bijak, dan mulai bertahap memakai energi baru dan terbaruka (EBT) agar subsidi BBM yang hampir 16 persen dari APBN digunakan membangun infrastruktur pertanian, tentu bermanfaat bagi rakyat,” terangnya.

Ia juga berpesan pada pemerintah mengeluarkan kebijakan membatasi penggunaan subsidi BBM subsidi seperti solar dan pertalite. Tujuannya, lanjut Mukhtarudin, agar penggunaan jenis tersebut tepat sasaran untuk menjaga kuota tetap tersedia hingga akhir tahun 2022.

“Saya meminta pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi di dalam negeri saat lonjakan inflasi. Di tahun 2022 ini kita perlu melakukan ekspansif yang terukur dengan menjaga daya beli masyarakat lebih bagus,” terangnya.

Laporan: Ayu

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.