Jika Sandiaga Uno Jadi Cawapres Prabowo, Menguatkan atau Melemahkan Elektoral ?

Jika Sandiaga Uno Jadi Cawapres Prabowo, Menguatkan atau Melemahkan Elektoral ?

SHARE
Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno (foto: istimewah)

JAKARTA – Di tengah desas desus Politik nasional menjelang akhir masa pendaftaran Pilpres 2019 makin seru dan penasaran menantinya. Pasalnya, kubu Jokowi dan Kubu Prabowo belum mendeklarasikan pasangan cawapresnya masing-masing.

Sejak Rabu kemarin( 8/8/2018) muncul nama mengejutkan untuk bakal cawapres Prabowo dialah sosok sandiaga Salahuddin Uno wagub aktif DKI Jakarta. Munculnya nama itu langkah baru. Mengingat publik, pengamat bahkan politisi pun tak menyangka nama ini ikut dibahas dalam partai koalisi Prabowo. Karena hanya nama sosok UAS, AHY, SALIM al Jufri, Zulhas dan Gatot Nurmantyo yang santer diberitakan dan disimulasikan dari berbagai lembaga riset.

Direktur Zona Politika Indonesia Anas Raja Andi saat di temui di Kafe Viktoria Plaza Senayan ( 9/8/2018) mengutarakan kekuatan Sandiaga Salahuddin Uno jika maju cawapres dengan jaringan para pengusaha.

“Pertama, (Sandiaga Uno) memiliki jaringan pengusaha , sebelum berkecimpung di dunia politik, sandi uno telah melanglang buana didunia usaha, bahkan pernah menjadi Ketua DPP HIPMI, Aktif di Kadin dll, sehingga punya jaringan di seluruh indonesia dan dikenal dikalangan pelaku usaha. Basicnya Pengusaha,” jelas Anas.

Kedua, lanjutnya, gaya mecing ala gaya anak muda memiliki daya tarik dikalangan pemilih pemula, pemilih millenial yang menembus angka 100 juta voter dan paras wajah tampannya menarik kalangan ibu-ibu ditambah program Jakarta berlari dan Oke Oce dianggap sukses dikalangan pelaku usaha kecil.

“Ketiga, kedekatan dengan ulama dan diterima dikalangan ulama muhammadiyah dan NU, sandi uno sering tampil diacara donasi untuk palestina dan kegiatan ormas keagamaan,” ungkapnya.

“Meski demikian punya kelemahan yaitu prabowo-sandi uno sama sama dari partai Gerindra dan Sandi uno punya kasus hukum yang sedang berproses di polda Metro Jaya,” pungkasnya.

Baca juga :   Hadiri Kemah Pengawasan Partisipatif, Abhan: Rakyat Penentu Pemilu Demokratis

Sebelumnya diwartakan, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut ada dua nama yang mengerucut sebagai calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto. Siapa mereka?

“Sampai dengan tadi ada dua nama, Pak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan Pak Sandi (Sandiaga Uno),” kata Muzani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Kedua nama itu disebut Muzani dibahas bersama partai politik koalisi. Malam ini, menurut Muzani, keputusan akan diambil.

“Kemudian nama itu dikonsultasikan dengan partai-partai koalisi: PKS, PAN, dan tentu saja Demokrat,” ucap Muzani.

“Dan dikonsultasikan tadi pagi sampai siang sampai malem ini, dikonsultasikan dan hasilnya ya malem ini mau kita putuskan,” imbuh Muzani. (A3)

Facebook Comments