Jokowi Disebut tak Layak Pimpin Indonesia, Ini Alasannya!

Jokowi Disebut tak Layak Pimpin Indonesia, Ini Alasannya!

SHARE
Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid dari Fraksi Gerindra (foto: dpr.go.id)

BANDUNG – Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mudjahid angkat suara terkait pernyataan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menyatakan, dirinya difitnah selama 4,5 tahun mulai dari anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga menjadi antek-antek asing.

Bagi Sodik, pernyataan Jokowi itu menunjukan beda kelas dengan Prabowo. Tak hanya itu, nada yang disampaikan Jokowi itu menunjukan Jokowi bukan pemimpin bangsa dan bukan bela bangsa negara.

“Pernyataan capres petahana jokowi dalam acara terbuka kampanye untuk melawan para pemfitnah diri pribadinya makin menunjukkan ketidak layakan Jokowi sebagai pemimpin bangsa dan negara yang harusnya tabah sabar tahan terhadap aneka ragam fitnah hoaks dll dalam perjuangan,” kata Sodik seperti keterangan tertulisnya, Senin (25/3/2019).

Saat disampaikan itu, Jokowi ada di hadapan ribuan Alumni Jogja Satukan Indonesia. Jokowi berjanji tidak akan diam dan akan melawan fitnah atau hoaks yang dituduhkan kepada terhadapnya.

“Prabowo difitnah selama 21 tahun dan 2 kali kalah dalam perjuangan akan tetapi jalan terus demi dan untuk perjuangan rakyat,” ujar Sodik yang menjabat Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

“Sebagai pemimpin harusnya dia bersabar dan tidsk mengatakan sesuatu perkataan yang akan mengobarkan konflik dan perpecahan antar kelompok masyarakat,” tegasnya.

Sebagai infotmasi, pada Deklarasi itu dihadiri alumni Universitas Gajah Mada sekaligus menjabat sebagai Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Hadir pula hadir seniman Slamet Rahardjo, Andy F Noya, Djaduk Ferianto, puteri Presiden ke 4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid serta anggota Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma’ruf, Pramono Anung.

“Pernyataan itu juga makin menunjukkan bahwa dia BUKAN bekerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia tapi bekerja untuk kepentingan diri sendiri,” terang alumni HMI dan PII ini.

Berikut pernyataan lengkap Sodik Mudjahid:

4. Bagi pemimpin yang berjuang untuk negara, bangsa dan rakyat harusnya dia mampu mengesampaikan fitnahan untuk diri sendiri selama fitnah dsn ancaman tersebut bukan fitnah dan tekanan untukk negara bangsa dan rakyat Indonesia.

5.Pernyataan LAWAN aplagi secara terbuka harusnya disampaikan BAGI SIAPA SAJA YANG MENFITNAH dan Menganca BANGSA DAN NEGAra serta rakyat Indonesia BUKAN untuk mereka yang memfitnah dirinya sendiri

6.Semoga rakyat Indonesia makin memahami jokowo yang belum berkelas sabagai pemimpin bangsa. Memahami niat kerjanya yang bukan untuk negara dan bangsa tapi untuk dirinya sendiri.

Sodik Mudjahid
Jubat BPN

Facebook Comments