Jokowi: Kebangetan Kalau Kyai Maman Tak Jadi Bupati Majalengka

Jokowi: Kebangetan Kalau Kyai Maman Tak Jadi Bupati Majalengka

SHARE
Calon Bupati Majalengka Maman Imanulhaq saat bertemu dengan Presiden Jokowi dalam acara ngunduh mantu putra KH Mustofa Aqil Siradj di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Ahad pagi tadi

CIREBON – Presiden Joko Widodo merespon positif keikutsertaan mantan anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq ikut ajang Pilkada Majalengka 2018. Presiden juga minta, nanti Maman Imanulhaq serius memajukan Majalengka karena keberhasilanya akan berdampak ke wilayah sekitar seperti Cirebon, Sumedang, Subang dan Kuningan.

“Kebangetan kalau Kyai Maman nggak jadi Bupati Majalengka,” kata Maman Imanulhaq menirukan ucapan Joko Widodo, Ahad, (11/3/2018).

Maman Imanulhaq bertemu dengan Presiden Jokowi dalam acara ngunduh mantu putra KH Mustofa Aqil Siradj di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Ahad pagi tadi. Selain presiden, sejumlah pejabat tinggi Negara juga jadir dalam aacara itu. Maman datang bersama sang istri , Upik Rofiqoh.

Kang Maman, panggilan akrab Maman Imanulhaq, menyempatkan berbincang dengan presiden Jokowi. Duduk berdampingan, keduanya berbicara dalam suasana santai diselingi tawa kecil. Bahkan Jokowi sengaja menebar senyum ketika mengetahui fotografer mengabadikan mereka berdua.

Menurut Kang Maman, dalam perbincangan itu Jokowi berpesan, jika dirinya terpilih agar benar-benar memprioritaskan pembangunan di Majalengka. Sebab, kemajuan di Malajengka bisa mengatrol pembangunan wilayah sekitar seperti Cirebon, Subang, Kuningan dan Sumedang.

Pertemuan antara Kang Maman dan Jokowi sempat menarik perhatain hadirin. Sebagian dari mereka mungkin tidak tahu, Kang Maman memang punya hubungan cukup dekat dengan Jokowi.

Satu-satunya Pesantren di Majalengka yang dikunjungi Presiden Jokowi adalah Pesantren Al-Mizan yang dipimpin ketua Lembaga Dakwah PBNU ini.

Kang Maman adalah bagian dari Tim Sukses Jokowi pada Pilpres 2014. Ia pula yang menjadi saksi pelapor di Mabes Polri pada kasus beredarnya Tabloid Obor Rakyat yang berisi fitnahan pada Jokowi di masa kampanye Pilpres 2014 . (MM)

 

Facebook Comments
Baca juga :   NH-Aziz Klaim Menang Pilgub Sulsel, Timses: Real Count KPU Penentu Bukan Quick Count