Kang Hasan: Pembebasan Empat WNI Bukti Negara Hadir di Tengah Masyarakat

 Kang Hasan: Pembebasan Empat WNI Bukti Negara Hadir di Tengah Masyarakat

Jakarta, Lintasparlemen.com – Keberhasilan pemerintah Republik Indonesia dalam menyelamatkan warga negaranya yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf membuktikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang menghadapi persoalan.

Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, TB Hasanuddin mengatakan, pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh pemerintah kali ini patut mendapat apresiasi. Terlebih lagi, sambung TB Hasanuddin, dalam drama pembebasan itu tidak ada pihak lain yang mengklaim paling berjasa.

“Saya apresiasi, karena dalam pembebasan keempat sandera kali ini tidak ada pihak lain yang mengklaim paling berjasa. Itu menunjukkan bahwa pemerintah memiliki kewibawaan,” ujar mantan Sekretaris Militer itu dalam keterangan pers di www.kanghasan.com, Kamis (12/05/2016).

Apalagi, lanjut TB Hasanuddin, dalam pengakuannya, pemerintah menegaskan bahwa pembebasan keempat sandera itu tanpa uang tebusan. Artinya, jelas TB Hasanuddin, pemerintah memiliki sikap tegas dan tidak kompromi terhadap kelompok-kelompok separatis.

“Kalau pembebasan itu karena ada transaksi, maka kelompok separatis itu akan terus melakukan penyanderaan terhadap WNI. Karena, ujung-ujungnya dapat uang kok,” tutur mantan Kepala Staf Garnisun Wilayah DKI Jakarta ini.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa empat warga negara Indonesia yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf sejak 15 Maret 2016 sudah dibebaskan. Pernyataan itu disampaikan langsung Presiden saat jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (11/05/2016).

Presiden Jokowi menjelaskanm, pembebasan empat WNI tersebut merupakan hasil implementasi dari pertemuan trilateral dengan Filipina dan Malaysia yang digelar di Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (05/05/2016).

Keempat sandera yang dibebaskan ini merupakan ABK dari dua kapal berbendera Indonesia yang sempat dibajak di perairan perbatasan antara Filipina dan Malaysia beberapa waktu lalu. Dari 10 anak buah kapal (ABK), empat di antaranya disandera pembajak. Kedua kapal tersebut, yakni Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi, dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan.

Dalam peristiwa tersebut, 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat, dan 4 orang diculik. Satu ABK yang tertembak saat itu diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia. Meskipun mengalami luka tembak, ABK tersebut ketika itu masih dalam kondisi stabil. Sementara itu, lima ABK lain yang selamat ketika itu dibawa Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

Sebelum membebaskan empat sandera, Kelompok Abu Sayyaf sudah membebaskan 10 ABK WNI yang disandera sejak 26 Maret 2016. Mereka tiba di Tanah Air pada Minggu (02/05/2016) tengah malam.

 

Digiqole ad

Berita Terkait