KASN : Banyak Bupati Terpilih Balas Jasa dan Balas Dendam

 KASN : Banyak Bupati Terpilih Balas Jasa dan Balas Dendam

Jakarta, LintasParlemen.com–Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Irham Dilmy mengungkapkan, kebiasaan tidak baik oleh kepala daerah terpilih pada Pilkada serentak beberapa waktu lalu dengan melakukan balas budi dan balas dendam  dikhawatirkan akan terjadi. Meski sebenarnya UU dan aturan di KASN sudah sangat jelas melarang hal tersebut.

“Ini cerita lama, biasanya kalau selesai pemilihan kepala daerah, apalagi saat ini Pilkada dilakukan serentak. Lebih dari 199 bupati ditambah 14 Gubernur memang dikhawatirkan akan disusul oleh penggantian dan pergeseran beberapa pejabat utama di daerah,” papar Irham di acara Perspektif Indonesia, Menteng, Jakarta, Sabtu (20/2).

Irham menuturkan, kebiasaan kepala daerah ini menjadi bagian dari program balas jasa dan program balas dendam yang biasanya akan dilakukan pada awal menjabat.

“Jadi memang, sebelum dan sesudah Pilkada semua pejabat khususnya para SKPD akan berdebar-debar, karena kemungkinan akan diganti atau dimutasi oleh Bupati atau kepala daerah terpilih,” ujarnya.

Irham menyebut, saat ini sudah banyak, baik anggota DPR maupun orang pemerintahan di daerah terpilih ke kantor KASN untuk berkonsultasi terkait rencana penggantian beberapa pejabat di daerah yang bersangkutan.

“Sudah banyak yang datang ke kantor kami, dengan alasan untuk konsultasi, ganti orang pada posisi jabatan tertentu,” sebutnya.

Padahal, lanjut Irham, UU ASN dan aturan di dalamnya sudah jelas dikatakan bahwa kepala daerah tidak bisa mengganti para pejabatnya begitu saja.

“Mestinya 6 bulan baru bisa diganti, itupun harus dibuktikan dulu kompetensi, kualifikasi dan kerjanya memang tidak baik,” jelasnya.

(aktual.com)

 

Digiqole ad

Berita Terkait