Kasus Dugaan Ketua KPU Lecehkan Wanita Emas Sudah Selesai

 Kasus Dugaan Ketua KPU Lecehkan Wanita Emas Sudah Selesai

JAKARTA – Jagat maya diributkan dengan adanya kasus pelecehan yang melibatkan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari terhadap Wanita Emas Hasnaeni. Syukurnya, kegaduhan itu berakhir dengan permohonan maaf disampaikan oleh Hasnaeni sendiri.

Adalah Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni ‘Wanita Emas’ mencabut pernyataan dugaan asusila Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari terhadap dirinya.

Itu untuk merespons pernyataan Hasyim lantas memberikan respons meskipun singkat.

Sebelumnya Hasnaeni mengaku dilecehkan dan dijanjikan kalau partainya akan diloloskan sebagai peserta pemilu 2024 oleh Hasyim. Hasneni membuat pengakuan dalam sebuah wawancaranya dengan Ketua Umum Partai Pandai Farhat Abbas.

Disebut mempunyai bukti kuat, Hasnaeni melaporkan dugaan asusila ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Laporan itu dilayangkan oleh Farhat Abbas selaku kuasa hukum Gerakan Melawan Political Genocide (GMPG) yang terdiri dari 9 partai.

Namun baru-baru ini Hasnaeni membuat klarifikasi. Dia mencabut pernyataannya yang mengaku dilecehan Hasyim.

Klarifikasi itu beredar dalam sebuah video. Dilihat detikcom Senin (26/12/2022), Hasnaeni yang mengenakan kemeja putih duduk di kursi. Dia membacakan pernyataannya yang dibuat pada Minggu 11 Desember 2022.

Hasnaeni membacakan surat klarifikasi dan permohonan maafnya terhadap Ketua KPU RI atas video yang telah beredar sebelumnya.

“Saya Hasnaeni. Surat pernyataan klarifikasi mengenai video saya yang beredar kemarin. Saya Hasnaeni hari ini, Jakarta, Minggu 11 Desember 2022, melalui surat ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Ketua KPU Hasyim Asy’ari beserta jajarannya serta melalui surat ini saya menyatakan dan mengklarifikasi,” ujar Hasnaeni dalam video yang beredar.

“Satu, bahwa video yang beredar yang menyatakan bahwa saya telah mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Ketua KPU Hasyim Asyari maka saya nyatakan bahwa hal itu tidak benar. Perkataan itu saya katakan karena kekesalan saya dan kekhilafan saya akbiat saat ini saya sedang mengalami sakit depresi,” ujar Hasnaeni.

Dalam video tersebut, Hasnaeni menyatakan hubungan dirinya dengan Ketua KPU RI bersifat sebatas profesional. Hasnaeni menyebut klarifikasi dan permohonan maaf ini tidak dibuat di bawah tekanan.

“Yang ketiga, bahwa saya memastikan jika di kemudian hari terjadi lagi kejadian serupa yang dilakukan oleh pihak manapun saya nyatakan hal itu tidak benar,” ujar dia.

Digiqole ad

Berita Terkait