Kasus Yuyun, Ini Komentar Wakil Ketua Komisi VIII, Sodik Mudjahid

 Kasus Yuyun, Ini Komentar Wakil Ketua Komisi VIII, Sodik Mudjahid

Jakarta, LintasParlemen.com–Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi Gerindra, Sodik Mudjahid mengungkapkan, akhir-akhir ini sangat memprihatinkan beberapa perilaku bangsa kita sudah banyak yang jauh dari “kemanusiaan yg adil dan beradab”.

Munculnya perilaku ini karena sistem dan budaya kita sadar tidak sadar atau tanpa kita sadari sudah bergeser menjauh dari sistem dan budaya “kemanusiaan yang adil dan beradab”.

“Sistem dan budaya yang menjauh dari kemanusiaan yang adil dan beradab ini muncul dalam bentuk kekerasan,nkorupsi, kebohongan publik,kemunafikan dan lain-lain,” ujar Sodik dalam keterangannya ke LintasParlemen, Ahad (8/5/2016).

Mantan aktifis HMI dan PII ini mengungkapkan, budaya inilah yang tanpa sadar setiap detik mencakup dan merasuki jiwa-jiwa bangsa indonesia sehingga akhir-akhir ini muncul beberapa perilaku seperti yang ditunjukkan oleh pemerkosa yuyun.

“Badai budaya kemanusiaan yang tidak adil dan tidak beradab itu semakin efektif ketika menyapu orang-orang yang dalam stres ekonomi, edukasi rendah dan kosong jiwa agama,” ungkapnya.

Karena itu, menurutnya, ke depan sistem keamanan lingkungan ditingkatkan oleh pemerintah daerah.

“Aparat keamanan kepolisian mempertajam antisipasi dan penciuman serta pencegahan keamanan,” tuturnya.

Selain itu, penegak hukum memberi sanksi maksimum jika perlu dilakukan revisi untuk memberikan sanksi lebih berat seperti hukum kebiri atau hukum mati.

Sekolah keluarga dan lembaga keamanan terus meningkatkan kekosongan jiwa mereka

“Media dan KPAI terus mengkampanyekan darurat kekerasan anak dan perempuan. Jangan hanya ramai ketika ada kasus-kasus saja,” tambahnya.

Digiqole ad

Berita Terkait