Ketum GP Al Washliyah: Islam Tidak Mengajarkan Teror

Ketum GP Al Washliyah: Islam Tidak Mengajarkan Teror

SHARE
Wizdan Fauran Lubis selaku Ketua Umum

JAKARTA – Dalam sepakan Indonesia dikejutkan dengan berbagai macam teror yang terjadi secara beruntun, baru selesai kasus penyandraan Mako Brimob di Depok, giliran kota surabaya di teror oleh serangan bom bunuh diri.

Melihat kondisi tersebut Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP. GPA ) mengecam dengan keras para pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Jawa Timur. Yang menjadi perhatian adalah teror sengaja dilakukan di rumah ibadah, bahkan dalam proses pengeboman mulai menggunakan anak-anak dalam aksinya.

“Aksi teror bom di Surabaya yang menimpa rumah ibadah, tidak ada hubunganya dengan Islam. sebab Islam tidak ada sedikit pun mengajarkan teror apa lagi sampai menghilangkan nyawa orang lain. Saat Pembebasan Makkah (Fathul Makkah) Nabi Muhammad SWA sangat jelas sekali mengeluarkan perintahnya siapa saja yang boleh diperangi,” tegas Wizdan Fauran Lubis selaku Ketua Umum PP GPA, di Jakarta (14/5/2018).

Ketua Umum PP GPA juga menjelaskan, Nabi Besar Muhammad SAW melarang membunuh para pendeta, wanita, anak-anak, dan orang yang berlindung di dalam rumah ibadah atau rumah sendiri, dan tidak boleh merusak tumbuh-tumbuhan.

Lebih lanjut, Wizdan juga mengatakan bahwa Islam tidak mentolerir perbuatan-perbuatan yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan terlebih menghilangkan nyawa manusia. PP. GPA juga menghimbau kepada para pelaku untuk menghentikan perbuatanya, karena sangat tidak terpuji serta melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

“Tidak ada alasan yang bisa diterima di setiap aksi pemboman kecuali hanya air mata yang kelak akan diperhitungkan Allah SWT di akhirat,” tambah Wizdan.

Ketua Umum PP GPA juga menyampaikan agar para politisi dan tokoh-tokoh bangsa tetap sejuk dalam mengeluarkan pernyataan dan tidak memicu perpecahan. (MR)

 

Baca juga :   Jangankan Ahokers, Ruhut Saja Susah Move-On

 

Facebook Comments
Iklan: