Ketum KNPI Buat Puisi Sindir Perpres Tenaga Kerja Asing, hingga Sebut DPR...

Ketum KNPI Buat Puisi Sindir Perpres Tenaga Kerja Asing, hingga Sebut DPR Mandul

BERBAGI
Ketua Umum DPP KNPI 2015-2018 dan Wasekjen DPP Partai Demokrat Muhammad Rifai Darus

JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Perpers Nomor 20 Tahun 2018 Tentang  Tenaga Kerja Asing (TKA). Perpes itu telah diteken oleh Jokowi pada 26 Maret 2018 yang melukai hati rakyat Indonesia.

Bagi Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus, kebijakan itu meresahkan masyarakat Indonesia. Rifai menilai lembaga
DPR yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan rakyat terlihat mandul, sehingga rakyat terpukul dengan kebijakan tersebut.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berjanji akan membuat Pansus. Fadli Zon menilai penerbitan perpres tersebut salah arah dan tidak memihak tenaga kerja lokal.

Namun, hingga kini janji Fadli Zon itu belum teralisasi. Padahal, Fadli telah menegaskan pada media bawah kebijakan Jokowi ini perlu dikoreksi.

Itu tertuang dalam puisi Rifai yang diberi judul “DPR Mandul, Rakyat Terpukul”.

Berikut Puisi Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus dengan judul, DPR Mandul, Rakyat Terpukul:

DPR Mandul, Rakyat Terpukul

Serbuan Ribuan bahkan bisa jutaan tenaga asing khususnya Tiongkok yang masuk kenegeri kita tercinta,
tersentak membuat rakyat menjadi resah dan galau karenanya.
Hal ini membuat kecemburuan semakin menganga,
Karena pemerintah seolah2 melepas tangan darinya.

Saat rakyat tersundul dan terpuruk,
Informasinyapun menjadi rancu dan kikuk.
Pemerintah seakan melepas tangan dan mengelak,
Membuat publik lemas dan tergeletak.

Saat rakyat semakin lemah dan kemiskinan semakin nyata,
Anggota DPR malah diam membisu dan seakan Buta.
Ada yang bilang sudah mandul fungsinya,
Dan hanya berani berteriak di acara ILC saja.

Wahai para wakil rakyatku,
Masih adakah ruang sempit dihatimu.
Jangan kalian biarkan kami terpaku,
Hanya karena kepentingan Pemilu.

Wahai Rakyat dan Pemuda indonesia,
Mari kita jadikan catatan sejarah ini menjadi nyata.
Jangan biarkan masa depan kita menjadi Maya,
Hanya karena kepentingan sesaat dari Mereka.

Singsingkan lengan bajumu wahai rakyat indonesia,
Karena kita lah pemegang kedaulatan utama.
Bersatu kita teguh bersama,
Dan jangan kita bercerai berai untuk kepentingan sesaat mereka.

Muhammad Rifai Darus/MRD

 

Jakarta, 23 April 2018

Facebook Comments