Komisi A DPRD Makassar Bersama SAPMA PP Sulsel Bongkar Paksa Gudang Kosmetik Ilegal

Makassar, LintasParlemen.com- Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar bersama dengan Satuan Pelajar, Siswa dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Sulsel berhasil menemukan gudang penyalur bahan kosmetik dan makanan instan yang tidak berizin di Jalan Cendrawasih No.24 Makassar (8 Juni 2016).

Penggrebekan tersebut berjalan lancar dan tanpa ada perlawanan dari pemilik maupun pegawai yang tengah menjalankan aktivitas.
Lokasi penggrebekan yang berada di beberapa meter dari kediaman pribadi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tersebut menyedot perhatian warga sekitar. Mereka terlihat penasaran dengan aktivitas para petugas Satpol PP Kota Makassar yang telah berjaga di depan gudang dalam kota itu.

“Awalnya kami mengundang Komisi A DPRD untuk mempertanyakan Fasum lorong yang diklaim dan ditutup sepihak oleh pemilik gudang, namun setelah kami bersama-sama dengan komisi A DPRD memaksa untuk masuk kami kaget melihat isi ruko tersebut adalah kosmetik-kosmetik tidak berizin yang memang sudah lama menjadi incaran BPOM” ungkap kordinator pendamping warga sekitar dari SAPMA Pemuda Pancasila Sulsel, Ardan Setyadi.

Dalam penggrebekan itu tampak Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir didampingi beberapa anggota Komisi A seperti, Sugali Halim (Demokrat), Mustagfir Sabry dan Jufry Pabe (Hanura) Abdi Asmara (Demokrat), Mustafa Alwi (Gerindra), dilokasi juga tampak Kasatpol PP Kota Makassar Iman Hud dan Ketua SAPMA Pemuda Pancasila yang juga Staf Ahli Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Makassar Aiman Adnan.

Tidak lama setelah penggrebekan tersebut tampak Sugali Halim menelpon dan memanggil beberapa Kepala Dinas, lurah serta camat untuk datang langsung ke TKP, dari pantuan tampak datang Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas kesehatan, Kapolsek Mariso, Lurah serta Camat Mariso.

“Kami akan memanggil pemilik gudang, dinas-dinas terkait, pendamping dan perwakilan warga pada hari jum’at, sudah sangat jelas bahwa gudang dalam kota dilarang, mana lagi barang yang digudangkan adalah barang-barang tidak berizin.” Jelas politisi Demokrat, Sugali Halim.

“Sebagai pelapor Kami diamanahkan oleh Komisi A DPRD Makassar untuk membawa beberapa sampel barang bukti ke BPOM besok (Kamis,9/6/2016.Red), jadi kita ketemu besok pagi di BPOM Makassar, karena kami juga khawatir jangan sampai ada oknum BPOM yang bermain didalam” tutup Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Sulsel, Aiman Adnan.

Digiqole ad

Berita Terkait