Komisi II DPR: Perlu Evaluasi Rekruitmen dan Sistem Kerja Penyelenggara Pemilu

 Komisi II DPR: Perlu Evaluasi Rekruitmen dan Sistem Kerja Penyelenggara Pemilu

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus merasa prihatin atas masih terdapatnya anggota KPPS, PPS, PPK dan Linmas yang mengalami gangguan kesehatan bahkan meninggal dunia dalam menjalankan tugas saat pesta demokrasi pemilu 2024. Walau jumlahnya jauh menurun dari pelaksanaan pemilu 2019 lalu, namun hal ini harus menjadi Pekerjaan Rumah yang mesti dicarikan solusinya.

Komisi II DPR RI saat Rapat dengar pendapat dengan Penyelenggara Pemilu maupun saat reses ke daerah selalu menanyakan kesiapan petugas mulai KPS, PPS,Linmas dan PPK sebagai petugas yang akan melaksanakan penyelenggaraan pemungutan suara di TPS masing-masing, kata Guspardi Senin ( 19/2/2024).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima sampai Senin 19 Februari 2024, tercatat sebanyak 71 orang meninggal dunia, dengan rincian 58 orang anggota KPPS, 4 panitia pemungutan suara (PPS) dan 9 petugas linmas. Sementara itu, yang sakit mencapai 4.567 orang yang terdiri dari anggota PPK 136 orang, di tingkat PPS 696 orang, dan KPPS ada 3.371 orang serta 364 Linmas.

Menurutnya, Komisi II sangat konsen dengan kesiapan petugas KPPS, PPS, PPK dan Linmas. Dimana dalam proses rekruitmennya harus melalui serangkaian proses yang ketat baik batas usia dan juga riwayat kesehatan masing- masing petugas yang akan menjalankan tugas di lapangan, tutur Politisi PAN ini

Legislator asal Sumatera Barat itu mengaskan, KPU harus segera mengindentifikasi dan mencari penyebab masih banyaknya petugas lapangan yang mengalami gangguan kesehatan maupun meninggal dunia. Apakah persoalan ini disebabkan karena terlalu lamanya durasi Pemilu yang dimulai dari pagi sampai dini hari bahkan sampai subuh. Sehingga para petugas dilapangan mengalami kelelahan. yang menyebabkan mereka jatuh sakit maupun meninggal dunia.

Kejadian petugas yang meninggal dunia maupun mengalami gangguan kesehatan atau sakit, perlu perhatian banyak pihak. Diperlukan perbaikan pola rekruitmen petugas dengan ketat maupun sistem pembagian tugas yang berimbang. Agar petugas tidak mengalami kelelahan dikarenakan harus begadang menyelesaikan tugas menyelenggarakan pencoblosan sampai perhitungan suara mulai dari pilpres sampai DPRD Kabupaten/ Kota, tegas Pak Gaus ini.

Oleh karena itu, setelah masa reses ini, komisi II DPR RI akan memanggil Penyelengara pemilu ( KPU, Bawslu dan DKPP) untuk membahas dan mengevaluasi pelaksanaan pemilu yang telah belangsung 14 Februari 2024. Termasuk menganalisa kenapa masih banyaknya petugas dilapangan yang mengalami sakit maupun meninggal dunia, pungkas anggota baleg DPR RI tersebut.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Idham Holik membenarkan ada sejumlah anggota KPPS dan PPS yang meninggal dunia pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dugaan sementara, para petugas ini meninggal dunia dikarenakan faktor kelelahan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Berita Terkait