Komisi VII DPR Kunjungi Kawasan Wisata Geoheritage Wonocolo

Komisi VII DPR Kunjungi Kawasan Wisata Geoheritage Wonocolo

SHARE

BOJONEGORO – Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Ridwan Hisjam bersama SKK Migas, Ditjen Migas, Direktur Hulu PT Pertamina, PT Pertamina EP Asset 4 dan beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro mengunjungi kawasan wisata Geoheritage Teksas Wonocolo, Jumat (5/10’2018) kemarin.

Kunjungan DPR RI tersebut kemudian dilanjutkan ke Blok Cepu, lapangan Banyu Urip yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Sabtu (6/10/2018).

Dalam kunjungannya Ridwan Hisjam mengatakan, kawasan wisata Geoheritage Wonocolo atau sumur minyak yang dikelola secara tradisional ini memiliki potensi menambah jumlah lifting minyak secara nasional.

Dengan catatan, lanjut Ridwan, pemilik wilayah operasi, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bisa mengelola dengan baik dengan bekerja sama atau melibatkan partisipasi dengan masyarakat setempat sebagai penambang/ bekerja mengangkat minyak bumi.

“Pertamina EP & SKK Migas sebaiknya mengutamakan konsep pengelolaan sumur tua melibatkan masyarakat yaitu melalui kelompok terdekat di masyarakat yaitu KUD, jika sumur berada dalam geografi lahan yang berada di tengah masyarakat, ataupun melibatkan BUMD jika sumur minyaknya memakai tanah kas desa atau tanah perhutani,” ujarnya.

Hal itu disampaikan karena, menurut Ridwan, sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua, bisa dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) maupun BUMD. Pihaknya mengusulkan ada pembagian fifty-fifty, jumlah sumur yang dikelola oleh BUMD dan KUD.

“Pemerintah dalam hal ini Pertamina EP & SKKMigas harus memberi pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kekayaan alam ini milik negara dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat,” papar politisi Golkar ini.

Diharapkan dengan adanya pembagian pengelolaan sumur tua antara BUMD dan KUD ini salah satunya untuk menghilangkan ilegal driling, dan mampu mendorong peningkatan jumlah lifting minyak.

Baca juga :   'Peran Pendidikan Vokasi dalam Menghadapi MEA'

Hasil diskusi yang dilakukannya, bersama dengan KUD, saat ini jumlah lifting minyak yang diproduksi juga mengalami peningkatan dari 100 barel perhari menjadi 400 barel perhari, bahkan potensinya menurut salah satu Ketua KUD Sumber Pangan / Aan Rochayanto bisa mencapai 900 barel apabila dikelola & dikonsolidasikan dari wilayah seputar kegiatan sumur-sumur tua ini.

“Sangat mungkin tetap dikembangkan, diberikan edukasi pengelolaan sumur dan lingkungannya, sehingga bisa mendorong peningkatan lifting migas”, tegasnya.

Dalam beberapa hari kedepan, pihaknya mengaku akan terus turun ke lapangan untuk memonitor langkah nyata di Wonocolo utk meningkatkan produksi & lifting. Selain di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Ridwan mengaku juga akan melakukan kunjungan ke Aceh, Sumatera dan Kalimantan.

“Oleh Pertamina EP Asset-4 ini akan menjadi sebuah contoh konsep pengelolaan sumur tua yang baik. Dimana masyarakat lokal diberikan peran lbh aktif utk turut mengelola sumur tua & lingkungannya, menjaga kawasan wisata dari sebuah petroleum geopark & heritage penambangan migas tradisional,” jelas Ridwan.

Target lifting tahun 2019 ini harus meningkat menjadi 775 ribu barel perhari secara nasional dari sebelumnya, 750 ribu barel perhari. (H3)

Facebook Comments