Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Bina Aliran ‘Bab Kesucian’ di Gowa

 Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Bina Aliran ‘Bab Kesucian’ di Gowa

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily meminta Kementerian Agama (Kemenag) turun tangan dengan munculnya aliran ‘Bab Kesucian’ di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Aliran tersebut menurut Ace memerlukan pembinaan.

“Harus diberi pemahaman tentang ajaran Islam yang dinilai bertolak belakang dengan ajaran Islam yang mainstream,” kata Ace baru-baru ini. Legislator Fraksi Partai Golkar itu menduga pendiri aliran ‘Bab Kesucian’ tidak tahu ajaran Islam secara mendalam.

Mereka, lanjut Ace, perlu diberikan pemahaman soal ajaran Islam. “Sebaiknya, pemuka agama, baik Kementerian Agama setempat maupun MUI atau organisasi keagamaan Islam memberikan pembinaan terhadap tokoh dan pemuka aliran ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan adanya dugaan aliran sesat ‘Bab Kesucian’ di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, KAbupaten Gowa, Sulsel. Aliran Bab Kesucian itu berada di bawah naungan Yayasan Nur Mutiara Ma’rifatullah dan berlokasi di Kampung Butta Ejayya, Kelurahan Romang Lompoa, kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Digiqole ad

Berita Terkait