Lagi, Din Syamsudin Terima Penghargaan Internasional

Lagi, Din Syamsudin Terima Penghargaan Internasional

BERBAGI

JAKARTA, Lintasparlemen.com – Satu lagi putra terbaik bangsa ini yang juga Ketua Umum Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin mendapatkan Penghargaan dari negara sahabat, Jepang.

Adalah Din Syamsuddin mendapatkan penghargaan dari Luar Biasa dari Kementerian Luar Negeri Jepang Tahun 2016.

Lintasparlemen.com mendapatkan keterangan yang diterima, Sabtu (06/08/2016). Adalah penghargaan itu dari Kementerian Luar Negeri Jepang 2016 yang diberikan terhadap 142 individu dan terdiri dari 31 organisasi yang tersebar di seluruh dunia.

Din adalah penerima penghargaan dari Pemerintah Jepang karena kontribusi dan jasanya memberikan sumbangsih untuk meningkatkan hubungan saling pengertian antara kedua negara Jepang-Indonesia.

Rencananya, penghargaan itu akan diserah-terimakan kepada Din Syamsuddin oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki dalam waktu dekat ini di Denpasar, Bali.

Saat dihubungi, Din mengucapkan terima kasih atas Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang 2016 terkait peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Jepang itu.

“Terikasih (atas penghargaan ini, red) ini untuk masyarakat Indonesia. Dan semua atas upaya pemerintah dalam membangun kerja sama yang baik antara Indonesia-Jepang,” terangnya.

Selain Din, adalah Tsuneo Sengoku juga mendapatkan penghargaan dari Indonesia. Tsuneo merupakan pemilik, pelatih dan kepala Sengoku International. Dan Judo Hall sangat berjasa dalam mempromosikan Judo di Indonesia.

Ini adalah penghargaan internasional kelima yg diterima Din Syamsuddin.

Sebelumnya, Din Syamsuddin telah menerima penghargaan dari mancanegara :

1. Bintang Kelas Satu (Wisam al-Darajat al-Ula) dari Kerajaan Jordania atas pengabdiannya dlm pengembangan peradaban Islam pada 2009;

2. “Man of the Year” (Mal Hijrah 1430) dari Negara Bagian Pulau Pinang, Malaysia, pada 2010;

3. Gold Italian Cavalier dari Pemerintah Italia, pada 2010; dan

4. Lifetime Achievement Award for Leadership in Culture and Religion Development dari World Chinese Economic Forum di Chingqing, pada 2014. (HMS)

Facebook Comments