LOBO XVI 2024 Angkat Tema ‘Masukan terhadap Revisi RUU Kepariwisataan’

 LOBO XVI 2024 Angkat Tema ‘Masukan terhadap Revisi RUU Kepariwisataan’

JAKARTA – Ketua Panitia Kerja (Panja) DPR RI RUU Kepariwisataan, Abdul Fikri Faqih menyampaikan  LOBO XVI 2024 yang mengangkat tema ‘Masukan terhadap Revisi RUU Kepariwisataan’. Pernyataan itu usai Fikri terima naskah Lomba Orasi Bintang Orator (LOBO).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI, LOBO telah diselenggarakan sebanyak 16 kali. Fikri mendorong agar LOBO terus diselenggarakan di masa mendatang dan dikemas sekreatif mungkin.

Menurutnya masukan-masukan dari masyarakat yang dijaring melalui acara serupa akan memberikan makna terhadap penyusunan undang-undang. “Ide bagus ini dari kesekjenan, bahwa aspirasi masyarakat itu tidak mesti mereka dengan dijadwalkan ke komisi atau mungkin demo, apalagi demonya dengan merusak dan sebagainya. Saya kira ini bagus,” ungkap Fikri.

Setelah melalui rangkaian seleksi dan penjurian, dipilihlah tiga peserta terbaik yang berhasil menyisihkan 187 peserta lainnya. Adapun para juara LOBO XIV 2023 antara lain; Sutarno (Penulis, Bekasi), Muhammad Fadhil Nopriansyah (Mahasiswa, Surabaya) dan Masruri (Tenaga pengajar di MA GUPPI Banjarsari, Lampung).

Lalu diakhir, naskah para peserta LOBO juga diserahkan kepada Fikri untuk kemudian nantinya disampaikan kepada Panja Revisi RUU Kepariwisataan. ”Dan saya punya tanggung jawab untuk menyampaikan ke Panja. Dan mudah-mudahan nanti dapat sinkronisasi dan harmonisasi di Baleg segera,” ujar Fikri.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, yang juga selaku ketua dewan juri mengapresiasi penyelenggaraan LOBO XVI 2024 yang mengangkat tema ‘Masukan terhadap Revisi RUU Kepariwisataan’. Politisi Fraksi PKS ini juga mengatakan bahwa dengan adanya masukan dari masyarakat melalui gelaran ini maka keterbukaan publik terkait penyusunan undang-undang pun semakin terbuka. Hal tersebut dapat menjadi alternatif dari cara-cara resmi dan konvensional yang biasa dilakukan.

Berita Terkait