LSM 1 Suara Timur Gelar Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental

LSM 1 Suara Timur Gelar Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental

SHARE
Kegiatan Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental " Bersih Desa Ku , Sehat Desa Ku "

BOGOR – Membangun desa harus terus digencarkan. Khususnya setelah desa telah mendapat bantuan dalam hal modal untuk membangun desa. Tinggal bagaimana meningkatkan sumber daya manusia masyarakat desa.

Hal itu terungkap dalam Kegiatan Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental “Bersih Desa Ku, Sehat Desa Ku” yang dilaksanakan di Kantor Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (6/8/2018) lalu.

Kegiatan itu diselenggaran oleh LSM 1 Suara Timur bekerja sama dengan Kementerian koordinator Pembangunan manusia dan kebudayaan RI.

Ketua Umum LSM 1 Suara Timur Nafizul Alhafiz Rana menyampaikan, selain materi terkait kebersihan, pengelolaan sampah, bank sampah dan Program Gerakan Nasional Revolusi Mental di Bidang Kebersihan lingkungan Desa dan Pola hidup sehat.

“Juga ada pembagian gerobak sampah untuk Pemerintah Desa Dayeuh dan tong sampah untuk pengurus RT se-Desa Dauyeuh,” ungkap Nafizul.

Adapun narasumber pada kegiatan tersebut yakni Kepala Sub Bidang Kebudayaan Kreatif Kementerian Koordinator PMK RI Freidhian, Sekcam Cileungsi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Atis tardiana dan Racmat Sulaiman selaku Ketua Asosiasi Bank Sampah Kabupaten Bogor. Dan, bertindak selaku moderator Harry Hardiyana.

“Dengan terselenggaranya acara tersebut kita bisa sama sama bermanfaat membangun negeri ini sekecil apapun,” harap┬áNafizul.

Pada kesematan yang sama Freidhian menyampaikan revolusi mental selama ini digaung-gaungkan oleh pemerintahan Jokowi-JK hanya dirasakan oleh warga yang bermukim di kota-kota besar saja. Namun, semangat revolusi mental itu belum hadir di desa-desa dan di pelosok.

“Jangan sampai gerakan Revolusi Mental hanya dirasakan ditingkat pusat saja, tetapi bisa menjadi gerakan bersama untuk masyarakat indonesia kearah perbaikan dan perbaikan agar indonesia bisa menjadi Negara maju,” jelas Freidhian.

Seperti diketahui, saat ini di desa tak hanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Juga sudah Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes). BUMADes se Indonesia terus dilakukan pembinaan agar masyarakat desa bisa mandiri dan lebih maju sejahtera. (Eddy)

Baca juga :   Terkait Suap Opini WTP BPK, KPK Buka Peluang Periksa Mendes

 

Facebook Comments