Luhut vs Politisi PDIP Bicara Soal Ingusan dan Penghianat

 Luhut vs Politisi PDIP Bicara Soal Ingusan dan Penghianat

Luhut Binsar Panjaitan

JAKARTA – Perseteruan PDIP dengan ‘gerbong’ Jokowi memanas. Terakhir  yakni Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar pada tahun politik ini tidak gampang menghakimi seseorang, khususnya mengatakan ingusan dan pengkhianat.

Merespons hal itu, kader senior PDIP Hendrawan Supratikno bicara soal etika berbangsa dan bernegara.

“Secara etis apa yang disampaikan Pak LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) benar. Saya bergembira Pak LBP mengedepankan aspek etis dalam sekujur perhelatan demokrasi kita,” kata Hendrawan pada wartawan,  (2411/2023).

Meski begitu, Hendrawan mengingatkan Luhut soal etika dalam berbangsa dan bernegara. Dia menyebut hal itu juga disinggung dalam TAP MPR nomor 6 tahun 2001.

“Jangan lupa, kita masih punya Tap MPR No.6/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Bahkan, hukum-hukum yang mengatur penyelenggaraan demokrasi harus didasarkan pada etika yang kokoh. Hukum mengapung di atas lautan etika,” ucapnya.

Anggota Komisi XI DPR ini menegaskan tanpa etika, negara tidak bisa menjadi maju dan unggul.

“Tanpa itu, perhelatan demokrasi tidak melahirkan keadaban publik yang merupakan syarat sebuah negara maju dan unggul,” imbuhnya.

Pernyataan Luhut
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar pada tahun politik ini tidak gampang menghakimi seseorang. Apalagi, kata dia, menghakimi seseorang dengan mengatakan ingusan dan pengkhianat.

Hal itu disampaikan Luhut melalui unggahan video di Instagram resminya, Sabtu (18/11), saat memberikan komentar terkait kondisi yang terjadi saat tahun politik ini. Luhut mengingatkan agar tak saling bermusuhan ketika memiliki pandangan politik.

“Dan ingat, pintar-pintar membaca tanda-tanda zaman dan basisnya data, bukan bicara perasaan. Nanti kalau kau jatuh cinta aja bicara perasaan,” kata Luhut.

Luhut kemudian menyarankan agar merenung tentang apa yang telah diberikan ke Indonesia. Barulah dia mengingatkan agar tak mudah men-judge atau menghakimi seseorang.

“Kau tanyalah hatimu yang paling dalam, apa sih yang sudah kalau lakukan untuk republik ini? Jangan kita gampang judge orang lain gitu, bilang ingusan-lah, bilang pengkhianat-lah. Siapa sih yang mau jadi pengkhianat?” kata Luhut.

 

 

Saksikan juga SOSOK pilihan minggu ini: Lyfe with Less, Jalan Suci Praktikkan Minimalisme

Berita Terkait