Mahasiswa Universitas Jember Lakukan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa

Mahasiswa Universitas Jember Lakukan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa

BERBAGI

JEMBER – Mahasiswa Universitas Jember melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang dilakukan oleh UKM Pelita menggagas upaya peningkatan nilai ekonomi bunga mawar di Desa Karangpring Jember.

Potensi desa sebagai penghasil bunga mawar, selama ini sebagian besar dijual untuk bunga tabur. Kini, coba dikembangkan oleh mahasiswa UKM Pelita Universitas Jember, untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sabun, bahan kosmetik, dan pembuatan batik eco print.

Dalam kegiatan ini ibu-ibu dan remaja putri adalah sasaran pemberdayaan.

Dengan didampingi oleh dosen pembimbing Baiq Lily Handayani, kelompok PHP2D yang diketuai oleh Rahma Faza Fadila mahasiswi Fisip angkatan 2018, merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis kelompok perempuan.

Dalam upaya pemberdayaan, hal pertama yang dilakukan setelah sosialisasi adalah membentuk kelembagaan. Melalui diskusi di balai desa Karangpring, disepakati membentuk kelembagaan bernama Pawacika Pelita.

Pawacika sendiri merupakan kepanjangan dari Persatuan Wanita Pecinta Karangpring yang telah ada sebelumnya. Pawacika adalah kelompok wanita yang konsen membatik. Namun, saat ini melibatkan remaja putri dan mahasiswa. Sehingga disepakati nama Pawacika Pelita sebagai gabungan dari kelompok ibu-ibu dan mahasiswa.

“Pembentukan kelembagaan ini akan memudahkan koordinasi dan memantau perkembangan dari program PHP2D, baik saat masih didampingi oleh mahasiswa maupun setelah dilepas. Nantinya akan memudahkan untuk pengembangan sebagai desa binaan Univeristas Jember”. Demikian disampaikan oleh Baiq Lily Handayani, selaku dosen pendamping dan juga selaku Ketua Laboratorium Prodi Sosiologi Fisip Unej.

Ketua kelompok terpilih secara aklamasi adalah ibu Musliha. Selain itu juga terpilih kepengurusan lainnya seperti wakil, sekretaris, bendahara, bidang produksi, dan bidang pemasaran produk.

Selain pembentukan kelembagaan, mahasiswa juga melakukan penguatan kapasitas melalui pelatihan pembuatan sabun mandi yang berbahan dari bunga mawar dan pembuatan batik eco print. Ibu ibu dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan mereka juga terlibat aktif membuat sabun dan batik eco print dari bunga mawar.

Diharapkan program ini akan meningkatkan ekonomi perempuan di Desa Karangpring. Sehingga dapat Mensejahterakan masyarakat Karangpring pada umumnya.

“Kami sangat mengharapkan hasil dari produk ibu-ibu dan mahasiswa ini menjadi perhatian dari pemerintah dan piha universitas, seperti digunakan sebagai souvenir baik pada acara Pemda maupun acara universitas” demikian tutur Baiq Lily Handayani.

Faza sendiri sebagai ketua kegiatan mengaku optimis kegiatan ini akan berkembang, jika mendapat dukungan dari semua pihak, baik pihak desa, Pemda maupun universitas. (HJ)

Facebook Comments Box