Mancing Sampah, Ide Kreatif Besihkan Lingkungan

Mancing Sampah, Ide Kreatif Besihkan Lingkungan

SHARE

JEMBER – Membersihkan sungai dengan kegiatan mancing sampah dilaksanakan oleh Keris West (Women, Ecology and Sustainability) Fisip Univesitas Jember (6/10) di Sungai Kotok Desa Karangrejo Jember.

Hal ini dilakukan karena Sungai yang ada difungsikan sebagai tempat membuang sampah dan septic tank. Oleh karenanya, Keris West Unej bersama ibu-ibu dusun Kali Kotok Karangrejo Jember menginisiasi pembentukan bank sampah sahabat alam.

Dimana kegiatannya menabung sampah, donasi atau sedekah sampah, dan lomba memancing sampah. Selain itu juga saat launching bank sampah dilaksanakan lomba menggambar, mewarnai dan lomba poster tentang sampah dan sungai.

Ditemui di lokasi lomba mancing sampah, ketua Keris West Prodi Sosiologi Universitas Jember, Raudlatul Jannah mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan semangat warga sekitar sungai untuk mau menjaga lingkungan sekitarnya.

“Ini luar biasa, kami tidak menyangka begitu besar semangat dari ibu-ibu dan bapak-bapak dalam membersihkan sungai. Semoga kedepannya tetap semangat dan menjadi motor penggerak dalam menjaga lingkungan,” kata Raudlatul pada Lintas Parlemen, Ahad (6/10/2019).

Bank sampah sahabat alam, memang masih sangat baru. Bahkan baru terbentuk September 2019. Namun, Nur Hayati sebagai ketua bank sampah mengaku optimis terhadap program bank sampah ini bagi lingkungan mereka. Karena pengurus mereka cukup semangat dalam mensosialisasikan bank sampah.

“Kami juga mengisiasi pembentukan karang taruna, jadi pemuda pemuda sangat berpotensial dalam menembangkan dusun kami. Semoga apa yang kami mulai ini bisa menginspirasi semua warga dan membangun kesadaran terhadap lingkungan,” ujar Nur.

Salah satu dosen pendamping Baiq Lily Handayani berharap sungai yang ada bisa kembali fungsinya seperti zaman dahulu.

“Sebenarnya dahulu sungai dijadikan sebagai pusat peradaban yakni sebagai tempat perdagangan, sumber mata air, tempat mandi, jalur transportasi, dan tempat untuk ruang sosial”, terang Baiq yang juga dosen sosiologi lingkungan tersebut.

Lily menyayangkan bergantinya fungsi sungai saat ini. “Namun saat ini sungai lebih banyak dijadikan sebagai tempat membuang sampah. Hampir semua jenis sampah dibuang ke sungai, seperti sampah rumah tangga, sampah popok sekali pakai, sampah pasar, sampah hasil pertanian, dan limbah dari kamar mandi,” paparnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan kan membangun kesadaran masyarakat dan mengembalikan fungsi sungai seperti sebelumnya.

Dalam kegiatan lomba mancing sampah warga terlihat sangat antusias bahkan mereka masuk ke dalam sungai yang sangat kotor. Banyak sampah yang didapatkan, seperti pampers, baju-baju, pakaian dalam, sampah rumah tangga, plastik, pepohonan dan batang pisang.
Sampah-sampah dikumpulkan secara berkelompok, perkelompok terdiri dari 5 orang ibu-ibu. Pemenang ditentukan atas jumlah sampah yang didapat dan kesulitan lokasi pemancingan.

Hadiah lomba bervariasi ada sarung, baju koko, jilbab, kopiah dan snack bagi anak-anak. Hadiah lomba didukung oleh yayasan kaji Rozaq dan Komunitas Perempuan Tangguh. (Razak)

Facebook Comments