Marlinda Irwanti: Penyebaran Berita Hoaks di Medsos Bisa Picu Perpecahan

Marlinda Irwanti: Penyebaran Berita Hoaks di Medsos Bisa Picu Perpecahan

SHARE
Anggota Komisi X DPR Dr Marlinda Irwanti

PEMALANG – Anggota Komisi X DPR Marlinda Irwanti menilai penyebaran berita hoax melalui media sosial (Medsos) bisa memicu perpecahan. Apalagi, saat ini, kata Marlinda, di tengah masyarakat sedang terjadi heterogensi baik dari sisi pendidikan, suku bangsa dan agama.

Marlinda menyampaikan, saat ini sesuai laporan Tetra Pak Index 2017, di Indonesia ada sekitar 132 juta pengguna internet, dan lebih dari 106 juta orang Indonesia memakai medos tiap bulannya. Ada sekitar 85 persen di antaranya mengakses medsos melalui perangkat seluler.

“Pemakai HP (hand phone) di Indonesia sudah capai 371,4 juta orang atau ada 142 persen dari total populasi sebanyak 262 juta jiwa. Itu artinya, rata-rata penduduk memakai 1,4 telepon seluler. Karena tiap satu orang kadang menggunakan 2-3 kartu telepon,” kata Marlinda pada Sosialisasi Empat Pilar di Pemalang, Jawa Tengah di SMK Islam Warungpring,(7/2/2019) lalu.

Marlinda menjelaskan, Sosialisasi Empat Pilar sebuah upaya untuk melibatkan masyarakat menangkal berita hoax di medsos. Mengingat, terang Marlinda, Sosialisasi Empat Pilar tersebut diharapkan masyarakat punya kesadaran terkait jati diri bangsa.

“Masyarakat, bisa memfilter berita-berita hoaks saat menerima atau membagikan sebuah informasi lewat medsos. Sejatinya, medos dipakai untuk membagikan berita positif seperti nilai-nilai Pancasila, Kebhinekaan sebagai kekuatan bukan perbedaan,” terangnya.

Politisi Partai Golkar asal Dapil Jawa Tengah X ini mengungkapkan, tema- tema Empat Pilar bisa menjadi bahan yang diviralkan. Apalagi materi Empat Pilar Kebangsaan tersebut memberi wawasan kebangsaan bagi seluruh masyarakat.

Untuk itu, Marlinda berharap menyampaikan pesan perdamaian pada Pileg dan Pilpres di tahun 2019 ini agar tahun politik ini aman dan damai tengah perbedaaan suku dan agama.

“Berbedaan partai, warna, pilihan bukan menjadi pemicu perselisihan sehingga menyebabkan terjadi persekusi. Jadikan perbedaan itu indah dan kekuatan dalam berbangsa dan bernegara kita,” tegas Marlinda.

Baca juga :   'DPR Harus Pertimbang Kembali Tito Karnavian sebagai Kapolri'

“Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah melek internet dan media sosial. Khususnya generasi muda atau pelajar. Saya meminta Santri di SMK Islam Radudongkal agar menjadi garda terdepan dalam menangkal berita hoax. Apalagi mayoritas berita hoaks di medsos dari masyarakat,” pinta Marlinda. (HMS)

 

 

Facebook Comments