Marwan Jafar: Pengamalan Pancasila Hapus Kemiskinan

Marwan Jafar: Pengamalan Pancasila Hapus Kemiskinan

SHARE
Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah Marwan Jafar

JAKARTA, Bakal calon gubernur Jawa Tengah Marwan Jafar menilai pengamalan nilai Pancasila mampu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya warga Jawa Tengah yang makin sulit. Pendapat Marwan tersebut dalam rangka Hari Lahir Pancasila yang jatuh hari ini, Kamis 1 Juni 2017.

“Momen Hari Lahir Pancasila sejatinya dijadikan momentum mengamalkan nilai-nilainya untuk memperbaiki kondisi masyarakat kita yang sering mengeluhkan naiknya harga-harga bahan pokok, rendahnya daya beli masyarakat. Selain itu, makin sulitnya memperoleh pekerjaan, serta semakin meningkatnya angka pengangguran,” jelas Marwan pada lintasparlemen.com.

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengatakan di usianya yang ke-72 Pancasila sudah final menjadi dasar negara. Pancasila sebagai ideologi negara tak bisa lagi diperdebat, yang perlu dilakukan mengisi kemerdekaan mensejahterakan rakyat.

“Dalam Sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” mengajarkan kita bersikap adil, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, tidak bersifat boros, dan bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial,” jelas sembari menyampaikan butir-butir Pancasila.

Menurut mantan ketua Fraksi PKB DPR RI, jika seluruh pejabat negara mengamalkan sila kelima dalam mengelola sumber daya alam Indonesja. Warwan yakin, tidak ada manipulasi atau korupsi dari uang rakyat. Bisa dipastikan masyarakat bisa lebih sejahtera dan tidak ada lagi hidup dalam belenggu berkesusahan.

Marwan yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian PBNU ini menegaskan, makin susahnya kehidupan masyarakat saat ini disebabkan banyak pejabat yang ada tidak bertanggungjawab selama memegang amanah rakyat sebagai pemimpin.

“Kita bisa lihat masalah kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Indonesia, termasuk diJawa Tengah yang masih menjadi persoalan serius. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah menempati peringkat tertinggi kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, sebanyak 4.493.750 jiwa,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjut Marwan, masalah nasib para petani Jawa Tengah yang semakin terpuruk. Alasan itu pula dirinya merasa berat menolak permintaan masyarakat Jawa Tengah memintanya memperbaiki kondisi mereka untuk maju di Pilgub 2018 mendatang.

“Data kita menunjukan para petani di Jawa Tengah mengalamali penurunan nilai tukar petani (NTP) di bulan Maret 2017 lalu di posisi 98,02 menjadi 97,50. Penurunan NTP itu secara langsung sangat berdampak pada menurunnya kesejahteraan petani. Ini yang harus diperjuangkan di Hari Lahir Pancasila,” paparnya. (HUD)

 

Facebook Comments