Menko Airlangga: Percepatan PSN Biar Segera Dirasakan Masyarakat

 Menko Airlangga: Percepatan PSN Biar Segera Dirasakan Masyarakat

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah melakukan percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) agar dapat segera dirasakan masyarakat.

Menurut Airlangga pemerintah juga melakukan evaluasi dalam pelaksanaannya dan dimonitor agar proyek tersebut dapat selesai sesuai dengan dengan hasil yang telah direncanakan. Sehingga semua bisa berjalan tepat waktu dan tidak meleset.

“Bapak Presiden Joko Widodo memberikan arahan bahwa seluruh PSN ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama terkait dengan penciptaan lapangan kerja,” kata Airlangga kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).

Diketahui saat ini pemerintah terus membahas dan evaluasi PSN seperti Tol Trans Sumatera, Tol Semarang-Demak, mekanisme pengadaan tanah dengan konsinyasi, kepastian PSN bagi proyek infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain itu juga proyek Bendungan Gerak Karangnongko, Tol Tuban-Lamongan-Gresik, pengembangan Bio-fuel, etanol, methanol di Bojonegoro, usulan PSN untuk Terminal Petikemas Muaro Jambi, revitalisasi rumah susun.

“Serta Pengembangan Lapangan Ubadari, CCUS, dan Compression (Pengembangan LNG Tangguh). Investasi dalam PSN juga tentu memberi dampak multiplier effect,” jelasnya.

Menko Airlangga menyampaikan, bahwa Presiden Joko Widodo meminta IKN masuk dalam PSN. Jadi tidak heran bila anggaran untuk pembangunan IKN diperkirakan sebesar Rp446 triliun. Hal itu sebanding dengan hasil yang akan dicapai.

“Dana ini sangat besar, apalagi di tengah kondisi perekonomian baik global maupun nasional,” tukasnya.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengungkapkan pembangunan infrastruktur jalan dan bandara di penjuru tanah air mampu meningkatkan akses yang lebih luas, utamanya di wilayah perbatasan.

“Perbatasan sangat diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan juga terbukti mampu memberikan efek ganda pada kehidupan masyarakat. Djoko mencontohkan wilayah Kabupaten Asmat yang mampu meningkatkan ekonomi daerah dengan adanya tol laut.

“Pelabuhan juga, saya ke Asmat, tol laut sudah masuk sana. Makmur Asmat itu,” kata Djoko.

Selain akses jalan yang dibangun di wilayah perbatasan, ada juga pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) yang nantinya mejadi kantong-kantong kegiatan ekonomi baru yang akan mampu menekan inflasi.

“PLBN-PLBN itu pusat kegiatan ekonomi yang tumbuh nanti di daerah perbatasan. Asalkan Kemenhub langsung membuat bis perintis. Biar tumbuh ekonominya,” tegas akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu.

“Tolnya saja. Orang di Jawa, penerbangan mahal, orang bisa naik kereta, darat juga bisa. Menyeberang ke Sumatera itu juga banyak orang Jawa naik bis atau bawa mobil sendiri. Karena lebih mudah, lebih mudah aksesnya,” pungkasnya.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait