Menteri Perdagangan akan di-PTUN-kan oleh Importir Bawang Putih

Menteri Perdagangan akan di-PTUN-kan oleh Importir Bawang Putih

SHARE
Muslim Arbi (foto: istimewa)

Oleh: Muslim Arbi, Koordinator Indag Watch

Sejumlah importir bawang putih akan mendaftarkan gugatan  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PUTN).

Mengapa para importir bawang putih akan melakukan langkah gugatan ke Pengadilan? Karena PI bawang putih yang sudah sesuai dengan RIPH (rekomendasi Impor Produk Haortikultura) yang sudah di keluarkan oleh Kementrian Pertanian tidak juga ditindak lanjuti oleh Kementrian Perdagangan.

Para importir itu mengeluh; sudah keluarkan dana besar untuk mengikuti syarat dari Kementan dengan lakukan penanaman modal 5% dari jumlah kuota yang diajukan tapi sampai bulan Oktober ini persetujuan impor (PI) tidak segera keluar juga oleh Kemendag.

Padahal perusahaan itu sudah masuk di sistem INATRADE. Artinya, perusahaan -perusahaan sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kuota bawah putih.

Sementara dari data yang diperoleh Indag Watch sebagian perusahaan sudah keluar. Yang menjadi pertanyaan importir adalah apa kriteria sehingga sebahagian perusahaan keluar dan sebahagian tidak keluar atau belum keluar?

Para pengusaha itu menganggap Menteri Perdagangan sengaja mengatur keluar PI bawang dengan kriteria yang tidak jelas.

Karena perusahaan mereka juga sudah penuhi kriteria untuk mendapatkan kuota bawang putih.

Disinyalir Menteri Perdagangan melakukan pengaturan kuota yang tidak jelas ini agar bagi yang setor baru keluar PI nya. Konon dana nya di setor ke partainya. Itu rumor yang berkembang.

Bahkan di antara importir itu sampai ajukan permohonan berkali-kali untuk peroleh PI bawang putih.

Sekarang meski sudah dapat kan rekom impor dari Kementan tapi PI dari Mentri Perdagangan tidak juga keluar; padahal usia rekom (RIPH) itu hanya sampai bulan Desember. Sisa 2 bulan lagi dari sekarang.

Karena kecewa dengan sikap dan tindakan Mentri Perdagangan itu maka tidak ada jalan lain. Kecuali Para Importir itu akan ajukan gugatan ke PTUN.

Baca juga :   Sudah Tepat Presiden Merepons Perjuangan Mantan Ketua KPK Pulihkan Martabatnya

Jakarta, 12 Oktober 2018

Facebook Comments