Muhammadiyah Rencana Beli Gereja untuk Bangun Masjid di Madrid

 Muhammadiyah Rencana Beli Gereja untuk Bangun Masjid di Madrid

Logo Muhammadiyah

SURABAYA – Rencananya Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur akan membeli gereja yang terletak di Alcala, Madrid, Spanyol. Hingga saat ini proses negosiasi sedang berlangsung.

Merujuk pada situs Istanbul World News yang meriliskan bahwa Gereja itu dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Hargan jual Gereja itu disebut-sebut seharga 3 juta euro, senilai harga sekitar Rp 45 miliar.

Kepada wartawan, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur KH Saad Ibrahim membenarkan kisaran harga gereja yang bakal dijual tersebut. KH Saad menjelaskan, saat ini Muhammadiyah Jawa Timur masih pada proses negosiasi dengan pihak pengelola gereja.

“Kami sedang dalam proses negosiasi dengan pengelola tempat ibadah. Mereka menawarkan harga sekitar 3 juta euro atau sekitar 45 miliar rupiah,” ujar Saad Ibrahim kepada This Week in Asia sebagaimana dikutip dari Istanbul World News, Kamis (10/11/2022) kemarin.

“Semoga ini menjadi gerakan bagi kita semua agar (berkah Allah) dapat terwujud melalui kita,” imbuh Saad dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh cabang setelah konferensi.

Sebelumnya, Muhammadiyah Jatim berencana membeli gereja yang dimaksud. Rencana itu ingin dijual disebabkan kian hari gereja itu terus sepi jemaat yang ditinggal pergi

Informasi itu dibenarkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib. Di mana gereja yang dimaksud itu terletak di pinggiran Madrid, ada pada satu lingkungan sekolah yang telah lama tak mendapat murid lagi belajar di dalamnya.

Sebagai informasi, Najib adalah politisisan PAN yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Dubes Spanyol di bulan Oktober tahun 2021 lalu. Najib menceritakan, saat dirinya baru dilantik dan bekerja di Spanyol, dia sudah mendengar kabar tersebut. Di mana kompleks gereja-sekolah itu sedang mencari pembeli tapi pembeli tak kunjung datang hingga saat ini.

“Sebenarnya gerja-sekolah ini telah lama ditutup disebakabkan tidak mendapatkan murid. Sementara gereja itu, semakin hari semakin ke sini makin berkurang jemaatnya beribadah di dalamnya sehingga pengelola ingin memindahkan gereja dan sekolah itu di tempat yang lebih sesuai dengan kebutuhan jemaatnya,” ungkap Najib.

Editor: Habib Harsono

 

Digiqole ad

Berita Terkait