NasDem: Kasus Temuan HIV di Jabar Jangan Sampai Diabaikan

 NasDem: Kasus Temuan HIV di Jabar Jangan Sampai Diabaikan

logo partai NasDem

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago mengingatkan kepada pemerintah pusat dan daerah agar tak mengabaikan apalagi melupakan kasus penyebaran HIV/AIDS di Jawa Barat.

“Saya melihat pengawasannya mulai kendur. Makanya, kami minta kasus penularan HIV dan AIDS dipantau terus. Jangan dilupakan,” ujar Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Minggu (18/9/2022).

Irma mengaku miris dan sedih melihat angka kasus penularan kasus HIV/AIDS yang terus bertambah banyak. Apalagi, mayoritas yang tertular adalah anak-anak muda dan mahasiswa.

“Yang kena itu adalah anak-anak yang masih usia muda dan mahasiswa. Mahasiswa seharusnya pengetahuan umumnya sudah bagus dan bisa menghindari agar tak tertular HIV, tapi kok bisa mereka tertular HIV. Yang salah siapa,” ujarnya.

Apakah orang tuanya yang tidak memberikan pelajaran agama yang bagus atau pemerintah yang terlalu longgar dengan regulasi yang ada. Bisa juga kampus, aparat keamanan maupun masyarakat yang cuek dan tidak peduli.

Agar kasusnya tak meningkat terus, Irma mengusulkan agar Pemda terkait melakukan sosialisasi terkait penyebab dan bahaya dari HIV/AIDS. Sosialisasi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran kepada orang tua, masyarakat dan para anak muda mengenai dampak yang ditimbulkan dari penyakit ini.

“Sosialisasi penting banget karena situasi yang sudah darurat,” ucapnya.

Selain itu, Irma juga menyarankan agar dinas kesehatan di daerah khususnya di Jawa Barat bekerja sama dengan berbagai universitas melakukan pengujian tes HIV/AIDS. Tes menjadi penting karena banyak anak muda yang kerap berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

“Saya yakin data yang ada itu belum sepenuhnya, karena banyak juga yang belum mau untuk mengecek. Tapi, kalau sudah dites dan ketahuan bisa diminimalisasi. Kan kalau kita tahu jangan sampai dia menulari ke orang lain,” tuturnya.

Mengenai solusi menyiapkan ratusan ribu kondom, menurut Irma bukan merupakan solusi jangka panjang. Justru kebijakan itu membuat orang berpikir bahwa Pemda menganjurkan untuk melakukan hubungan seks bebas.

“Saran saya lakukan tracking, tracing di seluruh universitas. Harus ada pemeriksaan HIV dan narkoba sekalian supaya bisa mengantisipasinya,” sarannya.

Untuk diketahui, angka pengidap HIV/AIDS terdeteksi cukup tinggi di Kota Bandung. KPA Kota Bandung mencatat ada sebanyak 5.943 orang warga domisili Kota Bandung yang mengidap HIV/AIDS. KPA Kota Bandung menyatakan pengidap HIV/AIDS itu didominasi dari kalangan mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.