Nasionalisme Mirip ATM yang Ingin Debat Pilpres Pakai bahasa Inggris

Nasionalisme Mirip ATM yang Ingin Debat Pilpres Pakai bahasa Inggris

SHARE
Presiden Joko Widodo (foto: facebook)

JAKARTA – Direktur Kampanye Pemenangan Jokowi-KH Ma’aruf Amin, Benny Rhamdani mengatakan, usulan koalisi partai politik pengusung bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar debat menggunakan Bahasa Inggris sangat tidak substansial. Usul itu juga dinilai hanyalah ekspreai dari sikap panik dan hilang akal tim prabowo-sandi untuk memenangkan Pilpres 2019.

“Dalam UU dan PkPU tidak ada persyaratan debat Capres harus menggunakan bahasa inggris” tegas Benny.

Benyy juga menegaskan, jika tawaran itu dimaksudkan untuk.membentuk opini seolah-olah Pak Jokowi tidak tahu bahasa inggris, tentu itu salah besar. Karena sudah banyak bukti, dalam beberapa kegiatan di forum internasional, Jokowi selalu berbicara dengan menggunakam bahasa Inggris.

“Mereka ini benar-benar munafik, teriak anti Asing, tapi untuk pilpres Indonesia, mereka lebih membanggakan bahasa asing daripada bahasa nasional. Ini bukti nasionalisme mereka setipis Kartu ATM. Ini juga cara berpikir yg benar-benar keblinger” tegas Benny.

“Nanti kalau umat islam atau para ulama mengajukan syarat agar Capres bisa jadi Imam Sholat dan mengaji, nah gimana? Pasti mereka bingung sendiri tuh..” tambah Benny.

Untuk itu, Benny menyarankan agar tim pemenangan Prabowo-Sandi mengikuti vara berpikir dan gaya politik Tim Pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, yang menjadikan pemilu sebagai media pendidikan politik rakyat yang mencerahkan sekaligus mencerdaskan.

“Bukan dijadikan sebagai media yang akan membentuk cara berpikir rakyat yang konyol dan keblinger. Mak sebaiknya, kedepankan adu gagasan dan program kerja yang bisa menjawab tantangan bangsa kedepan,” pungkasnya. (pres)

Facebook Comments
Baca juga :   Hari Santri: Mengingatkan Rakyat Indonesia Kemerdekaan Direbut dengan Semangat Jihad Santri