Nasril Bahar Ingatkan Pemerintah Jangan Hanya Pengguna Kendaraan Listrik

 Nasril Bahar Ingatkan Pemerintah Jangan Hanya Pengguna Kendaraan Listrik

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN Nasril Bahar mengingatkan Pemerintah Indonesia agar rakyat jangan hanya sebagai pengguna kendaraan listrik di tengah pertumbuhan kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor.

Untuk itu, ia mempertanyakan koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Kementerian BUMN, khususnya Indonesia Battery Corporation (IBC). Menurut Nasril, direktur utama IBC sudah berganti, namun belum ada progres pengembangan baterai listrik. Ia ingin ada proses pengembangan baterai listrik terus dilakukan.

“Ini perlu kita memanggil BUMN yang bersangkutan terhadap IBC ini. Kita ingin lihat progres IBC, ada Pertamina, PLN, sudahkah menempatkan sahamnya atau Menteri BUMN sudah menarik beberapa investor ataupun investasi lokal terutama dari BUMN, ini perlu dipanggil secara bersamaan. Jadi kita tahu bersama MIND ID. Kami melihat belum kelihatan progresnya,” kata Nasril seperti keterangan diterima Lintas Parlemen, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Nasril mengaku, hal itu pernah disampaikan saat Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif beserta jajaran, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2022) lalu. Nasril menekankan keseriusan pemerintah menangani perkembangan kendaraan listrik.

“Saya khawatir karena untuk mencapai harga pokok produksi kendaraan listrik, baik roda dua mupun empat, 80 persennya itu bergantung harga produksinya di baterai. Ini kan jangan kita sebagai pemakai terbesar, impor baterai. Ini sesungguhnya kita pertegas terhadap hilirisasi daripada baterai. Berapa jumlah ekspor pemurnian nikel (bahan baku baterai) setiap tahunnya. Karena menyangkut kepada sejauh mana nanti proses hilirisasi yang akan terbangun,” jelas Nasril.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM telah memprediksi peningkatan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia pada 2030 mencapai 15 juta unit. Target tersebut terbagi dari mobil listrik sebesar 2.197.780 unit dan 13.469.000 unit motor listrik.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam paparannya kepada Komisi VII DPR RI mengatakan, apabila target itu tercapai maka akan terjadi penghematan BBM sebesar 8,1 juta kiloliter. Arifin mengatakan penggunaan motor listrik, baik konversi maupun baru, memberikan manfaat bagi pengguna berupa penghemat penghematan BBM sebesar Rp 2,6 juta per tahun.

Sedangkan manfaat bagi pemerintah untuk satu unit motor akan menghemat BBM hingga 335 liter per tahun. Hal tersebut juga menurunkan CO2 hingga 0,67 juta ton per tahun, meningkatkan konsumsi listrik hingga 426 KWH per tahun, memberi peningkatan konsumsi listrik 426 KWH per tahun, dan ada penambahan kapasitas pembangkit 0,3 KW.

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.