Nasril Bahar: Kita Harus Dukung Tercapaianya Target Lifting Minyak dan Gas

 Nasril Bahar: Kita Harus Dukung Tercapaianya Target Lifting Minyak dan Gas

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN Nasril Bahar (foto: dpr.fo.id)

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN Nasril Bahar meminta PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro memberi masukan untuk mendukung pencapaian target lifting Minyak dan Gas (Migas). Diketahui, Komisi VII DPR RI dan pemerintah telah menetapkan target lifting migas tahun 2023 sebesar 1.769.000 barel minyak per hari (BOEPD).

Target lifting tersebut terdiri dari lifting minyak 660.000 barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1.100.000 barel setara minyak per hari. Dalam proses penetapan lifting itu, Komisi VII DPR RI telah memberi banyak masukan, dan berharap Pertamina untuk meningkatkan produksi migas.

Hal tersebut diungkapkan Nasril pada RDP Komisi VII DPR RI dengan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro, Dirut PT Pertamina Hulu Rokan Jaffee Arizon Suardin, dan Dirut PT Pertamina Hulu Mahakam Chalid Said Halim, membahas target dan realisasi lifting blok migas yang dikelola oleh PHE dan strategi dalam menahan natural decline dan peningkatan lifting. 

“Sebelum (menetapkan target APBN terkait lifting migas) itu, kita telah melakukan proses hearing dengan Pertamina, juga dengan SKK Migas dan Pertamina Hulu. DPR sudah cukup banyak memberi masukan-masukan. Kali ini Pak Wiko yang baru diangkat menjadi Dirut (PHE), kita balik, kita minta Bapak memberi masukan kepada kita kembali, dukungan politik apa, dukungan regulasi apa, termasuk dorongan APBN ke depan, sehingga produktivitas (migas) yang kita tetapkan pada (APBN) 2023 ini bisa naik,” kata Nasril di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11/2022) kemarin.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengusulkan Dirut PHE terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan anak-anak perusahaan dan holding Pertamina untuk memberikan masukan terhadap dukungan politik dan regulasi yang perlu diberikan Komisi VII DPR RI. “Katakanlah ada 10 dukungan, satu per satu akan kita tunaikan. Karena tuntutan DPR, termasuk penetapan (lifting migas di) APBN, ini kan pressure (kepada Pertamina) sudah cukup. Sehingga Komisi VII dalam menjalankan fungsi problem solving, solusi bisa terwujud,” kata Nasril.

Termasuk nantinya pada pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Hulu Minyak dan Gas Bumi (UU Migas), Nasril meminta jajaran anak perusahaan Pertamina itu memberi masukan pada DPR RI, sehingga target lifting di APBN tercapai. “Bapak-bapak minta (dukungan) apa sehingga target (lifting migas) tercapai. Tentunya kami akan memberi apresiasi jika akhir 2023 nanti (target lifting migas) tercapai. Harapan-harapan kita bisa melampaui target di APBN 2023,” harap legislator dapil Sumatera Utara III itu.

Sementara itu, Direktur Utama PHE Wiko Migantoro mengaku pihaknya pesimistis target produksi migas perseroan pada 2022 tidak akan tercapai. Pasalnya, hingga Desember 2022 perusahaan menargetkan produksi Migas PHE akan mencapai 808 million barrel oil per day (MBOPD) sedangkan target yang ditetapkan pada 2022 sebesar 854 MBOPD. Berdasarkan catatan tersebut, produksi migas yang akan dihasilkan oleh PHE hingga akhir Desember 2022 hanya mencapai angka 94,61 persen dari target yang ditetapkan.

“Ditargetkan pada akhir Desember produksi migas PHE akan sebesar sebesar 808.000 barel oil per day (BOPD) atau tumbuh 9 persen dibanding realisasi tahun 2021,” ujarnya.  Wiko menambahkan, sampai dengan September 2022 atau year to date (ytd) realisasi produksi minyak sebesar 418 ribu BOPD atau naik sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 year on year (yoy). Sehingga realisasi produksi gas sebesar 2216 MMSCFD kurang 1 persen dibanding realisasi tahun 2021.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Jaffee Arizon Suardin menyampaikan, hingga detik ini perusahaan berhasil mempertahankan produksi di Blok Rokan. Bahkan, perusahaan mampu menggenjot produksi dari 158,5 ribu bph pada 2021 menjadi 163 ribu bph pada 2022 ini. Menurutnya, sejak alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia pada Agustus 2021, pihaknya langsung menggenjot pengeboran. Sebanyak 132 sumur dibor sejak Agustus-Desember 2021.

Kemudian, pada tahun 2022 ini pemboran ditargetkan semakin bertambah lagi. Dengan demikian, pihaknya optimistis bisa mengejar pengeboran sebanyak 580 sumur sejak alih kelola hingga akhir 2022 ini. “Untuk di 2022 sendiri jumlah sumur yang dibor di Rokan itu lebih dari 50 persen dari sumur baru se-Indonesia. Kemudian, kegiatan di Rokan tidak hanya cukup untuk melakukan drilling, tapi melakukan work over dan well intervention services,” ujarnya.

Digiqole ad

Berita Terkait