Neraca Perdagangan Surplus, Mukhtarudin: Sinyal Ekonomi Kita Makin Kuat!

 Neraca Perdagangan Surplus, Mukhtarudin: Sinyal Ekonomi Kita Makin Kuat!

JAKARTA – Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Mukhtarudin menilai dengan negara perdagangan surplus sebagai tanda atau sinyal ekonomi Indonesia makin kuat. Bagi Mukhtarudin, dengan surplusnya neraca perdagangan di bulan April tahun 2022 ini hingga tercatat 7,56 miliar dolar AS sebagai indikasi kuatnya ekonomi RI tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini. Apa yang dikerjakan oleh Pak Menteri Airlangga Hartarto mendapatkan hasil yang sangat signifikan. Kondisi ini sebagai penguatan ekonomi kita di tahun 2022 ini, yang lebih baik dari tahun lalu,” kata Mukhtarudin pada wartawan Lintas Parlemen, Rabu (18/5/2022).

Komentar Mukhtarudin tersebut untuk menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengungkapkan ekonomi RI surplus neraca di bulan April tahun 2022 ini senilai US$7,56 miliar. Bahkan, menurut Mukharudin, pencapaian kinerja dari tim kerja ekonomi mencetak sebuah rekor tertinggi dalam sepanjang sejarah US$5,74 miliar.

“Saya melihatnya, pencapaian ini sangat baik dan sangat positi ke depan. Dan saya kira surplus neraca perdagangan ini sangat tinggi yang bakal memberi dampak positif untuk Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal II-2022. Dibandingkan pencapaian tahun lalu, arah penguatan tahun ini kita perkirakan lebih baik lagi,” terangnya.

Menurut Mukhtarudin, tren yang bisa disebut positif tersebut turut menopang kondisi stabilitas sistem nilai tukar rupiah di dalam negeri. Apalagi, sambungnya, saat ini kondisi rupiah mengalami tekanan yang disebabkan oleh risiko global yang menjadikan sebuah bantalan sitem stabilitas ekonomi di dalam negeri.

Politisi asal Dapil Kalimantan Barat yang duduk di Komisi VII DPR Ri sangat berharap sistem pemulihan ekonomi berjalan baik sesuai rencana. Terutama terkait pemulihan ekonomi di dalam negeri pasca pandemi Covid-19 yang menjadi fokus pekerjaan pihak pemerintah hingga saat ini.

“Pemulihan ekonomi menjadi sangat penting, sebagai fondasi untuk menghadapi gempuran dari luar dari berbagai tantangan global yang makin sulit ke depannya,” terangnya.

Airlangga sangat bersyukur atas pencapaian itu yang mampu membawa ekonomi Indonesia lebih tangguh lagi karena neraca perdagangan menjadi indikator utama untuk meningkatkan cadangan devisa serta menjaga ketahanan sektor eksternal RI.

“Kita sangat bersyukur sekali dengan hal ini, karena ini salah satu engine utama untuk menumbuhkan sistem ekonomi di dalam negeri yang mengalami performa gemilang secara terus menerus. Bahkan pencapaian ini bahkan mencatatkan rekor tertinggi kembali sepanjang masa (sejarah),” terang Airlangga Rabu, (18/5/2022).

Laporan: Novi

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait