Nurhayati Ali Assegaf Ajari ‘Preman Super’ Pahami 4 Pilar Kebangsaan

Nurhayati Ali Assegaf Ajari ‘Preman Super’ Pahami 4 Pilar Kebangsaan

SHARE

MALANG – Anggota MPR RI Nurhayati Ali Assegaf kembali menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya empat pilar bagi bangsa Indonesia. Tanpa keempat empat pilar tersebut bangsa Indonesia tak sekokoh saat ini.

Kali ini Nurhayati menggelar sosialisasi empat pilar dengan Kaum Hawa. Atau kelompok Emak-emak tersebut menamakan dirinya “Preman Super”. Biasa disebut Emak-emak preman super.

“Ibu-ibu atau biasa kita disebut Emak-emak, harus kuat hadapi tantangan zaman dengan berbekal ajaran agama kita masing-masing. Tanpa itu godaan gampang mengubah kita,” kata Nurhayati pada “Preman Super” di Jalan Timah Nomor 4 Kota Malang, Jawa Timur, Ahad (16/9/2018) lalu.

“Selain ajaran agama, Ibu perlu paham empat pilar. Karena 4 Pilar Kebangsaan itu sebagai tiang penyangga yang kokoh (soko guru) bagi rakyat Indonesia agar merasa lebih nyaman, aman, tentram, dan sejahtera,” sambungnya.

Nurhayati menyampaikan, 4 pilar kebangsaan berupa Pancasila, Undang Undang Dasar 1945 (UUD 1945),
Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pancasila sebagai pilar untuk kokohkan Indonesia. Dan Pancasila sebagai belief system yang dapat mengakomodir keanekaragaman di wilayah kedaulatan NKRI.

Sebab, lanjut Anggota Komisi XI DPR RI ini, Pancasila telah dianggap oleh seluruh warga Indonesia sebagai pilar bagi bangsa yang pluralistik.

“UUD 1945 sebagai pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia untuk kita pahami dan jalankan ada pada batang tubuh UUD yang menjadi derivatnya,” terang Nurhayati.

Sementara pilar yang ketiga, NKRI sebagai bentuk negara. Alasan para pendiri bangsa memilih bentuk negara kesatuan karena sejarah strategi pecah belah (devide et impera) yang dilakukan Belanda bisa berhasil karena Indonesia belum bersatu pada masa penjajahan.

“Pilar keempat, ata terakhir yakni Bhinneka Tunggal Ika Indonesia memiliki semboya “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti adalah “Berbeda-beda tetapi satu jua”,” pungkas Nurhayati. (lia)

Facebook Comments
Baca juga :   '4 Pilar Kebangsaan Nilai Luhur yang Berarti Bagi Indonesia'