Opening Asian Games XVIII: Pemborosan Uang Negara di Tengah Musibah dan Ekonomi...

Opening Asian Games XVIII: Pemborosan Uang Negara di Tengah Musibah dan Ekonomi Sulit Rakyat Indonesia

SHARE

JAKARTA –¬†Ketua Umum PEMUDA LIRA Adam Irham menilai¬†Seremoni pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Krano, Jakarta begitu spektakuler dan memukau adalah pemborosan uang negara di tengah musibah NTB dan ekonomi sulit bagi rakyat Indonesia.

Pemuda LIRA mengkritisi perhelatan Akbar pembukaan Asia Games di Jakarta pada 18-8-18. Semua rakyat Indonesia matanya terbelalak menonton hiburan yang spektakuler pembukaan Asian games di Senayan Jakarta.

“Lebih spektakulernya acara tersebut menghamburkan biaya yang boombastis luar biasa 55 juta dolar US atau setara dengan 700 Miliar rupiah, hal ini menggoncang hati nurani sebagian besar rakyat Indonesia,” kata Adam seperti keterangan tertulisnya, Ahad (19/8/2018).

“Di tengah musibah saudara-saudara kita di NTB bencana alam gempa bumi yang telah menelan empat ratus korban meninggal dunia, dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal serta himpitan ekonomi yang semakin menjerat rakyat Indonesia harga sembako menjulang tinggi sulit terjangkau,” sambung Adam.

Bagi Adam, Pemerintah sepertinya tidak sensitif terhadap kondisi rakyat saat ini. PEMUDA LIRA mengakui sebagai tuan rumah Indonesia memang harus bahkan wajib menyambut dan melayani tamu (Peserta Asian Games) sebaik mungkin.

“Tetapi tolong juga dilihat kondisi masyarakat Indonesia yang saat ini tengah berduka dan membutuhkan bantuan biaya atau stimulus untuk perbaikan perekonomian,” ujarnya.

“Kami menyuarakan jutaan rakyat Indonesia yang sama sekali tidak merasakan langsung manfaat dari Asian Games karena kondisi mereka yang sedang terpuruk menyedihkan.
Alangkah baik dan bijaksananya jika uang sebanyak 700 miliar itu dialokasikan untuk pembangunan gedung sekolah dan RS di NTB dan beberapa daerah yang memang masih tertinggal fasilitas pendidikan dan kesehatannya,” terangnya.

Adam juga mememinta pada pemerintah uang sebesar itu diberikan kepada masyarakat Indonesia untuk dijadikan modal sebagai penggerak usaha, yang mampu membantu perekonomian mereka. (H3)

Baca juga :   Kolaborasi Prabowo-AHY Bisa Bikin Partai Koalisi Pemerintah Ketar-ketir di Pilpres 2019

 

Facebook Comments