Opini: NDF dan Prospek Rupiah?

Opini: NDF dan Prospek Rupiah?

SHARE

Oleh: Helmi Adam, Penulis Kandidat Doctor Ilmu Ekonomi Universitas Borobudur Jakarta

Non Deliverable Market adalah instrumen pasar yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dan dalam patokan kurs tertentu pula.

Jadi NDF dibuat untuk penjaminan nilai utang bagi perusahaan yang membayar dengan mata uang tertentu sehingga nilainya bisa di tetapkan diawal. Sehingga sering NDF juga dijadikan harga patokan mata uang tertentu kedepan, walaupun tidak seratus persen bisa tepat tapi minimal mendekati.

Biasanya para pengutang dan pemberi utang menggunakan instrumen ini, untuk patokan keuangan, agar target bisa tercapai dan menghindari kerugian besar, jika terjadi fluktuasi harga yang tinggi yang menyebabkan kenaikan yang terlalu tinggi terhadap mata uangnya.

Lalu kenapa mata uang rupiah terhadap dollar terus turun ? Hal ini disebabkan oleh hitungan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang lemah, dengan defisitnya fiskal dan defisit perdagangan serta defisit transaksi berjalan terus menerus.

Sebenarnya kenaikan harga dollar bisa berhenti manakala fundamental ekonomi kita kuat. Hal ini seperti diungkapkan direktur IMF yang mengatakan perang dagang Cina dengan Amerika menyebabkan over supply di asia yang ujungnya meningkatkan high profit dan keberlimpahan bagi pasar di Asia.

Namun sayangnya produksi ekspor kita bergantung bahan baku impor sehingga kemandirian ekonomi tidak ada.

Hal ini menyebabkan kenaikan harga dollar tidak berdampak pada ekspor justru berdampak pada impor kita yang naik terus. Konsekwensinya menyebabkan defisit perdagangan, tergerusnya cadangan devisi, deficit transaksi berjalan, deficit fiskal yang akhirnya menciptakan kondisi yang terus memburuk. Apalagi dengan kebijakan yang salah seperti membangun infrastruktur.

Oleh karena itu, pemerintah harusnya berbenah di industri manufaktur dengan membuat bahan baku dari dalam negri sehingga tidak menggerus cadangan devisa, keuntungan dagang dan defisit fiskal. Kalau tidak cepat dibenahi maka rupiah akan terus melemah, ujungnya hutang terus meningkat akhirnya bangkrutlah Indonesia. []

Baca juga :   Menghentikan Ekses Pilkada Langsung

 

Facebook Comments