Parpol Diminta Tidak Calonkan Kader Eks Koruptor

 Parpol Diminta Tidak Calonkan Kader Eks Koruptor

JAKARTA – Partai politik atau biasa disingkat parpol diminta untuk tidak mencalonkan kader yang pernah melakukan tindak pidana korupsi pada pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Hal itu disampaikan Nurul Amalia selaku Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang melihat fenomena eks koruptor ikut mendaftar.

“Sebagai organisasi penghasil pemimpin, parpol diharapkan bisa menghadirkan calon-calon yang mempunyai komitmen dan visi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Nurul kepada wartawan, Selasa (30/8/2022).

“Ketika parpol masih mencalonkan kadernya yang mantan koruptor, kita patut waspada jangan-jangan parpol ikut pemilu, tapi tidak punya visi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” tambahnya.

Lebih jauh, Nurul menyatakan mantan koruptor atau narapidana tindak pidana korupsi tidak sepatutnya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

“Apalagi sampai kepala daerah. Segala bentuk korupsi, baik dari skala kecil maupun besar mencerminkan wujud integritas seorang individu yang buruk,” tuturnya.

Oleh karenanya, ungkap dia, apabila seorang mantan koruptor terpilih maka tata kelola pemerintahan yang baik sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan pemilu berpotensi sulit untuk diwujudkan.

“Membiarkan mantan terpidana korupsi menjadi peserta dalam pemilu menambah kerentanan bagi pemilih berada di bawah kepemimpinan yang tidak etis,” imbuhnya.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait