Partai Apa yang Ingin Jegal Partai Umat ? PAN Merespon!

 Partai Apa yang Ingin Jegal Partai Umat ? PAN Merespon!

JAKARTA – Partai Ummat mengungkap partai yang ingin gagalkan verifikasi faktual di Sulawesi Utara. Dia tidak menyebut gamblang partai tersebut, namun memberikan inisial P.

“Sudah (lolos peserta Pemilu), tapi saya nggak nyebut nama partainya ya. Tapi ada inisialnya: yakni P,” kata Juru Bicara Partai Ummat Mustofa B. Nahrawardaya kepada wartawan, Selasa (27/12/2022).

Mustofa mengatakan Partai Ummat pun akan melaporkan partai diduga pengganggu itu. Pihaknya sudah mengantongi bukti-bukti.

“Sedang kita siapkan (laporan), tetapi baru kita eksekusi setelah evaluasi sore nanti. Laporan akan kami layangkan jika gangguan tak juga berhenti hari ini,” kata Mustofa.

Mustofa menyebut Partai Ummat sudah memetakan pelaku dan cara kerjanya. Menurutnya, upaya penggagalan itu dilakukan dengan sistematis.

“Tetapi bukti-bukti pelaku dan modusnya sudah kita pegang. Lengkap. Kami petakan dan kami dokumentasikan pelaku, kelompok pelaku, modus dan cara kerja mereka, serta lalu lintas perintah kerja mereka dari level mana di partai itu. Karena tentu kami ada informan juga dari sana, karena mereka digerakkan dengan sistematis,” ujarnya.

“Dari informasi pengurus dan kader partai di daerah-daerah yang sekarang ini sedang menjalani verfak (verifikasi faktual) ulang di Sulawesi Utara, kami mendapatkan laporan bahwa kader-kader salah satu partai tertentu begitu getol terus-menerus mengganggu jalannya verifikasi faktual,” kata Mustofa dalam keterangan yang diterima, Senin (26/12/2022).

“Bahkan lebih jauh terindikasi melakukan upaya intervensi kepada penyelenggara dan pengawas agar Partai Ummat tidak lolos dan tidak bisa ikut Pemilu 2024,” ungkap Mustofa.

Partai Ummat tidak menemui kendala berarti saat menjalani verifikasi administrasi (vermin) ulang. Partai yang didirikan Amien Rais itu dinyatakan memenuhi syarat di dua provinsi yang divermin ulang, yakni Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.

PAN selaku partai segaris dengan Partai Ummat menilai aneh jika Partai Ummat menduga adanya partai yang menjegal. PAN menyebut Partai Ummat sedang berhalusinasi.

“Halu itu. Sungguh tidak masuk di akal jika ada partai politik tertentu yang melakukan jegal-menjegal melalui tangan KPU. KPU diatur-atur oleh partai politik. Ini aneh banget,” kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Selasa (27/12/2022).

Viva mengatakan terkait proses penyeleksian partai politik sepenuhnya kewenangan KPU. Dia yakin KPU bekerja secara transparan karena prosesnya berjalan terbuka.”

Soal proses partai politik menjadi peserta pemilu atau gagal, itu kewenangan dari penyelenggara pemilu, khususnya KPU. Ada verifikasi administrasi dan faktual. Semua transparan, terukur, dan masyarakat bisa memonitor,” ujarnya.

“KPU lahir karena dibentuk oleh Undang- Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Kita harus menghormati eksistensi KPU yang mandiri, nasional, dan profesional,” lanjut Viva.

Viva yakin KPU akan menjaga integritasnya sebagai penyelenggara pemilu berkualitas. Dengan selalu menerapkan prinsip dasar luber jurdil.

“PAN meyakini bahwa KPU tetap menjaga integritasnya sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang akan mendisain pemilu yang Luber, Jurdil, dan berkualitas,” ujarnya.

Viva mengatakan PAN tidak ada urusan dengan Partai Ummat. PAN saat ini terus mempersiapkan diri untuk menyongsong pemilu 2024.

“PAN tidak ada urusan dengan Partai Ummat. Apakah akan menjadi peserta pemilu atau tidak. Itu urusan penyelenggara pemilu,” ucapnya.

“PAN saat ini insyaallah telah siap menyongsong pemilu 2024. PAN telah melakukan reformasi budaya partai yang lebih egaliter, demokratis, digitalis, dan memfungsikan seluruh struktur kelembagaan partai untuk pemenangan pemilu,” imbuh Viva.

‘’Iya memenuhi,’’ kata Komisioner KPU Idham Holik, Senin (26/12/202) kemarin.

Idham menjelaskan, proses itu dijalani sesuai kesepakatan mediasi yang digelar di Kantor Bawaslu RI pekan lalu. Yakni dilakukan verifikasi ulang.

Untuk tahapan verifikasi faktual (verfak), KPU menarik sampel yang berbasis data yang hasil vermin. ‘

’Kemarin (Ahad, red) KPU telah melakukan penarikan sampel keanggotaan Partai Ummat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota DKPP dan Bawaslu,’’ ujar Idham.

Proses verfak berlangsung selama tiga hari atau sampai 28 Desember, sesuai timeline dari Bawaslu. Sementara itu, anggota Bawaslu RI Puadi mengatakan, pihaknya akan memastikan proses verifikasi ulang itu sesuai prosedur. Jajaran pengawas akan memantau setiap prosesnya.

‘’Bawaslu harus memastikan pelaksanaan hasil mediasi tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur,’’ ujarnya.

 

Digiqole ad

Berita Terkait