‘Partai Golkar Butuh Tokoh Pemersatu’

 ‘Partai Golkar Butuh Tokoh Pemersatu’

Peserta Munaslub Golkar yang digelar di Bali 14-16 Mei 2016

PERNYATAAN SIKAP

DEPIPUS BALADHIKA KARYA

“PARTAI GOLKAR BUTUH TOKOH PEMERSATU”

Dinamika politik di arena maupun luar arena Munaslub Partai Golkar semakin memanas. Perang isu dan opini antar calon ketua umum terus berkembang, bukan hanya pada pertarungan dan adu visi dan misi, namun juga menyentuh hal-hal prinsip lainnya seperti Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela (PDLT).

Melihat nama-nama kandidat calon ketua umum Partai Golkar, Baik Setya Novanto, Azis Syamsudin, Ade Komarudin, Indra Bambang Utoyo, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Syahrul Yasin limpo dan Mahyudin, semuanya adalah kader-kader terbaik Partai Golkar saat ini.

Namun, pengalaman konflik dualisme kepengurusan yang terjadi sebelumnya, antara kubu munas Bali dan kubu munas Ancol, harus menjadi semangat utama dan komitmen persatuan di antara para calon ketua umum, sehingga pasca Munaslub dan siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum, perpecahan demi perpecahan tidak akan kembali terjadi dalam tubuh Partai Golkar.

Untuk itu, Baladhika Karya sebagai bagian dari keluarga besar Partai Golkar menyatakan sikap ;

1. Kompetisi antar negara sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Jokowi pada pembukaan Munaslub Partai Golkar, harus kita jadikan sebagai semangat dan motivasi bagi Partai Golkar untuk kembali meneguhkan semangat karya kekaryaan pada Pancasila dan UUD 1945.

Ditambah lagi dengan munculnya kembali simbol2 komunisme saat ini, maka siapapun Ketua Umum terpilih harus berani untuk mengawal eksistensi Pancasila dan UUD 1945, sebagai fondasi dasar bagi Ketahanan. Nasional menuju era kompetisi antar negara.

2.Tantangan yang dihadapi Partai Golkar ke depan sangatlah besar. Baik menyangkut pelaksanaan Pemilu secara serentak pada tahun 2019, baik Pileg, Pilpres dan Pilkada, sehingga dibutuhkan energi dan pikiran yang cukup besar untuk membawa Partai Golkar dalam memenangkan semua kontestasi politik pada Pemilu serentak tahun 2019.

Meskipun demikian, bukan hanya energy dan pikiran semata, namun harus disertai dengan berbagai program konsolidasi baik secara vertical maupun horisontal, kaderisasi yang intensif serta koordinasi ditingkat jajaran pengurus yang berjalan efektif.

Untuk itu, dibutuhkan sosok Ketua Umum Partai Golkar yang memiliki kapasitas dan kapabilitas organisasi yang sudah teruji dan terbukti, khususnya dalam memberikan kontribusi terhadap kerja-kerja kepartaian di tubuh Partai Golkar.

Dengan demikian, Baladhika Karya menyatakan bahwa siapapun Ketua Umum yang terpilih dalam kontestasi Munaslub nanti.

a. Tidak boleh rangkap jabatan. Pernyataan saudara Setya Novanto yang menyatakan siap melepas jabatan sebagai ketua fraksi apabila terpilih menjadi ketua umum partai Golkar adalah sebuah contoh progresif dan komitmen untuk membesarkan partai yang bisa diukur dengan nyata, baik secara kualitas maupun kuantitas.

b. ketua Umum terpilih harus Berani berjanji dan menyatakan sikap untuk mengantarkan Partai Golkar menjadi pemenang Pemilu 2019, baik Pileg maupun Pilpres serta Pilkada.

c. Ketua umum terpilih harus Berani mengembalikan kebesaran dan nama baik Partai Golkar yang sempat diterpa konflik dualism kepengurusan.

d. Ketua umum terpilih harus Berani dan sanggup menjalankan AD/ART dan peraturan-peraturan partai sebagai konstitusi partai yang harus dijalankan secara murni dan konsekwen.

2. Sejarah pembentukan dan sejarah peran karya kekaryaan Partai Golkar adalah bagian dari Pemerintah untuk melakukan manifestasi dari Doktrin Karya Siaga Gatra Praja. Dengan demikian, siapapun ketua umum terpilih, harus mengembalikan role politik partai Golkar, yakni menjadi bagian dan bersinergi dengan pemerintahan Jokowi-JK.

3. Semua calon ketua umum partai Golkar saat ini harus memegang teguh dan prinsip siap menang dan siap kalah. Prinsip ini harus ditekankan, untuk menghindari terjadinya konflik pasca Munaslub.

Dengan demikian, siapapun ketua umum terpilih nantinya, semua calon ketua umum saat ini harus menyatakan sikap untuk siap mendukung dan mensukseskan kepemimpinan ketua umum terpilih.

Demikian Pernyataan Sikap ini kami buat dan kami sampaikan.

Terima Kasih

Nusa Dua Bali, 15 Mei 2016

Hormat Kami

 

DEWAN PIMPINAN PUSAT

BALADHIKA KARYA

 

Hendryk L Karosekali

Ketua Umum

Digiqole ad

Berita Terkait