Pat Gulipat Teroris dan Politisi

Pat Gulipat Teroris dan Politisi

SHARE
Inas N Zubir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Hanura DPR-RI A-556

Oleh: Inas N Zubir, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Hanura DPR-RI A-556

Indonesia baru saja berduka lagi akibat perbuatan biadab para teroris yang tidak tanggung-tanggung telah meledakan 3 gereja dan mapolresta Surabaya. Itu terjadi dengan tujuan meneror penganut keyakinan atau agama yang tidak seiman dengan kelompoknya serta meneror pihak keamanan.

Peristiwa kekejian terhadap kemanusiaan ini telah dimanfaatkan oleh politisi-politisi yang berseberangan pilihan politiknya dengan pemerintah untuk dijadikan senjata melawan pemerintahan yang sah yang dipimpin oleh Jokowi.

Kita terkejut ketika membaca argumen-argumen politisi tersebut yang isinya cenderung memberikan angin kepada pelaku teror dengan argumen yang seolah-olah mengutuk teror tersebut. Tapi secara implisit membela dan mendukung kelompok teroris tersebut di mana seolah-olah para teroris tersebut adalah umat Islam yang difitnah dan diadu domba.

Oleh karena itu, perlu kita duga bahwa ada kalangan politisi tertentu yang justru telah bergerak melakukan komunikasi dengan para teroris sebelum terjadinya peristiwa keji di Surabaya tersebut.

Karena indikasi tersebut bisa kita kaitkan dengan tertangkapnya anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi PKS oleh Densus 88 di bandara Juanda.

Yang lebih mengherankan adalah tidak adanya statemen apapun terhadapa peristiwa keji tersebut baik dari Prabowo, Gatot Nurmantyo, AHY maupun Anies Baswedan. Padahal mereka sedang menggadang-gadang diri mereka untuk mencalonkan diri dalam pilpres 2019.

Selain itu, ada apa dengan Amien Rais? yang selama ini lantang menyerang Jokowi tapi tidak bersuara terhadap peristiwa keji di Surabaya tersebut.

Sebagai bangsa yang bernurani dimana Islam sebagai agama terbesar di Indonesia, seharusnya tidak ada alasan apapun untuk melakukan pembenaran dan pembelaan terhadap perbuatan biadab tersebut.

Baca juga :   Opini: Refleksi Hari Lahirnya Pancasila

Bahkan harus menjadi kewajiban bagi politisi-politisi serta bakal calon-calon presiden 2019 untuk menyuarakan perlawanan mereka kepada terorisme dan memberikan empati kepada para korban dan keluarganya.

Kita sangat mendambakan agar tindakan terorisme ini dapat semakin diminimalisir bahkan dimusnahkan di bumi Nusantara ini. Karena itu, seluruh fraksi di DPR-RI yang mendukung pemberantasan terorisme, harus segera mendorong diparipurnakan-nya RUU Pemberantasan Terorisme. []

Facebook Comments