PDIP, Gerindra, Demokrat dan Golkar Unggul di Survei The Republic Institute

 PDIP, Gerindra, Demokrat dan Golkar Unggul di Survei The Republic Institute

JAKARTA – Peneliti Utama The Republic Institute Dr. Sufyanto  selain merilis elektabilitas calon presiden dan wakil presiden, The Republic Institute juga merilis hasil risetnya terkait partai politik yang memenangkan pemilu 2024.

PDIP masih partai politik yang banyak dipilih rakyat alias teratas. Elektabilitas PDIP tertinggi sebesr (21%), tampaknya mengalami penurunan yang tajam dari survei September yang masih di angka (23,4%) sehingga mengalami penurunan sekitar (2,4%).

Sementara disusul oleh Gerindra (16,7%); Demokrat (11,5%); Golkar (11,4%); PKB (9,5%); PKS (8,6%) Nasdem (7,6%); PAN (4,1%) dan PPP (2,6%), selebihnya partai peserta  pemilu lainnya masih dibawah 1 persen dan yang belum menentukan 5,3%.

“Keterpilihan partai politik mengikuti pengaruh pilihan Capres/Cawapres mana yang diusung. Untuk partai pengusung pasangan Anies-Muhaimin partai pengusungnya berbagi keterpilihan dan masing-masing nilai keterpilihannya masih dalam rentang margin of error, yakni antara PKB, PKS dan Nasdem,” jelas Surfyanto.

“Untuk Partai politik pengusung Ganjar-Mahfud, rata-rata mengalami penurunan elektabilitas seperti penurunan yang terjadi pada Ganjar-Mahfud, baik di PDIP, PPP, Hanura dan Perindo. Sedangkan untuk partai politik
pengusung Prabowo-Gibran rata-rata mengalami kenaikan elektabilitas yang sangat siknifikan seperti kenaikan elektabilitas Prabowo-Gibran, baik untuk Partai Gerindra, Demokrat, Golkar dan PAN,” sambung Sufyanto.

Fenomena ini tertangkap oleh data-data riset, karena pertama, belum solidnya dukungan pilihan dari partai pengusung yaitu PDIP, Hanura, PPP dan Perindo. Kedua, pilihan politik yang diambil PDIp-Ganjar-Mahfud adalah berhadap-hadapan dan selalu kritis atas semua kebijakan Presiden Joko Widodo.

Kondisi ini membuat para pemilih masyarakat Indonesia, itu tampaknya ada yang sebagian masyarakat menjadi pemilih loyal pada pemimpin.” Pemilih seperti ini tidak senang dengan tokoh yang selalu menyalahkan kebijakan pemimpin. Sedangkan, untuk Pasangan Anies-Muhaimin walaupun telah mengalami kenaikan dibanding di bulan september, tetapi memang belum siknifikan mengejar elektabilitas Prabowo-Gibran. Tampaknya dilihat dari data belum solidnya pemilih masing-masing partai pengusung untuk memilih pasangan Capres/Cawapres yang
diusungnya sendiri.

“Ini boleh jadi memang masih ada problem psikologis, bagi pemilih partai PKB belum nyaman dengan Calon Presidennya, begitu juga pagi pemilih PKS belum nyaman dengan pilihan Cawapresnya. Pada posisi lain untuk pilihan elektabilitas Partai Politik pengusung partai politik juga seperti itu, PDIP mengalami penurunan yang agak jauh, kalo tidak ada  kerja-kerja politik yang siknifikan bila trennya terus turun bukan tidak mungkin PDIP
akan terus mengalami penurunan,” ulas Sufyanto.

Berita Terkait