Pembangunan Infrastruktur Jalan (Tol) oleh Jokowi, Apa Untungnya buat Rakyat?

Pembangunan Infrastruktur Jalan (Tol) oleh Jokowi, Apa Untungnya buat Rakyat?

SHARE
Presiden Joko Widodo (foto: facebook)

Oleh: Helmi Adam*

Presiden Jokowi menggebrak pembangunan jalan tol dan infrastruktur jalan. Dari situ bisa dinilai, Presiden Jokowi berpikir layaknya seorang walikota Solo. Jika jalan di kota bagus maka rakyat akan memilihnya lagi pada pemilihan berikutnya.

Memang logika sederhana bahkan sederhana sekali. Tapi dia lupa Indonesia terlalu luas untuk berfikir seperti jalan tol, karena infrastruktur saja tidak cukup untuk membangun suatu bangsa.

Dan infrastruktur termasuk proyek jangka panjang. Apalagi model proyek infrastruktur yang langsung dengan pemodal dari Cina, sehingga semua dikerjakan dari mulai alat dan tenaganya dari Cina. Ini tidak bisa menciptakan multiplier effect yang besar untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Belum lagi dampak ekonomi jalan tol yang dibangun oleh Mr Presiden menyebabkan matinya UMKM rumah makan hingga penjual oleh-oleh dan makanan khas daerah yang berdiri disepanjang jalan nasional.

Ini tentu akan menggerus sektor industri UMKM. Pasalnya, pembangunan jalan tol yang dilakukan belum melakukan analisa dampak lingkungan khususnya masalah ekonomi rakyat.

Di sisi lain perjalanan cepat arus mudik tidak membawa berkah bagi para pengasong di pingggir jalan yang merupakan pelaku ekonomi kerakyatan. Di mana para penjual Tahu, Aqua, Gemblong, Telor Asin, Lontong, tidak dapat dampak positif dari arus mudik. Sehingga wajar jika THR dan Gaji ke 13 PNS kurang membawa dampak multifayer effect pada ekonomi rakyat.

Oleh karena itu, pemerintah harus memikirkan agar pembangunan jalan tol tidak menggerus ekonomi rakyat dengan tiga hal yang harus diperhatikan,

Pertama, disiapkan pemberhentian atau peristirahatan terpadu yang menampung UMKM di wilayah masing masing, sehingga ekonomi kerakyatan tetap hidup, karena biasanya jika ada peristirahatan di jalan tol, diiisi oleh pemodal besar, dari indomaret hingga starbuck, dari Mc Donald hingga Pizza Hut.

Baca juga :   Catatan Haji 2018, Masalah dan Wajah Penyelenggaraan Haji di Indonesia

Mereka mampu membeli dan menyewa tempat mahal karena memiliki modal besar. Padahal seharusnya diberikan gratis ke UMKM sehingga sektor ekonomi kerakyatan tetap hidup.

Kedua, Pembangunan jalan tol harus melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak banyaknya dan menggunakan bahan baku dari dalam negeri, dan dikerjakan oleh kontraktor lokal. Sehingga investasi menghasilkan multiflayer effect yang ujungnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, Pemerintah harus menghitung ulang investasi modal yang harus di lakukan untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang kuat. Bukan hanya sektor infrastruktur, tapi juga pertanian dan industri yang berkaitan dengan pertanian harus diperkuat. Karena sektor ini lebih bersentuhan langsung dan menciptakan multiflier effect yang besar terhadap konsumsi masyarakat.

Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan makan, sampai kapanpun manusia membutuhkan makan. Industri pertanian menjadi penting kedepan untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat.

Ketiga hal ini harus dilakukan pemerintah agar ekonomi kita seperti jalan tol, bergerak cepat maju, bukan menjadi beban. Karena saat ini jalan tol yang dibangun oleh pemerintah hanya menjadi beban yang menciptakan hutang menggunung dan tidak berdampak kuat pada pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan ekonomi bangsa.

Penulis Kandidat Doktor Ekonomi Universitas Borobudur Jakarta

Facebook Comments