Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Perang Dagang AS-China

Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Perang Dagang AS-China

SHARE

JAKARTA – Anggota DPR RI Hermanto mendesak Pemerintah menyiapkan paket kebijakan ekonomi untuk mengantisipasi dampak perang dagang AS-China terhadap ekonomi nasional. Terutama kebijakan yang melindungi produk pertanian dan perkebunan dalam negeri Indonesia karena produk ini menjadi prioritas perdagangan AS-China.

“Pemerintah patut waspada karena kedua negara tersebut merupakan raksasa ekonomi dunia dan negara sahabat serta memiliki hubungan ekonomi dengan Indonesia,” ucap Hermanto dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (6/7/2018).

Genderang perang dagang AS-China sudah ditabuh hari ini, Jumat (6/7/2018). Kedua negara saling menetapkan tarif masuk 25 persen.

“Pasti ada dampak pada transmisi dan eskalasi dagang di negara kawasan termasuk Indonesia,” ujar legislator Fraksi PKS ini.

Pemerintah, lanjutnya, harus pandai dan cermat membaca sejak dini kemana arah dampak perang dagang tersebut sehingga dapat melindungi ekonomi nasional. Setidak-tidaknya perlu diantisipasi bila terjadi kemandegan dimana barang yang diperdagangkan tidak terserap oleh pasar kedua negara.

“Efeknya, kedua negara tersebut akan mengalihkan barang dagangan ke negara-negara sahabat,” katanya.

Kedua negara akan melirik Indonesia sebagai pasar karena Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar ke empat di dunia.

“Masalahnya apakah kita membutuhkan barang yang diperdagangkan itu?” tanya Hermanto yang juga doktor ekonomi lulusan IPB ini.

“Bisa jadi kedua negara itu akan menekan Indonesia untuk menerima barang dagangannya meskipun kita tidak membutuhkannya,” imbuhnya.

Bila barang tersebut masuk ke Indonesia, katanya, maka akan memperbesar defisit perdagangan karena tarif dagang Indonesia lebih rendah. Dalam kondisi demikian Indonesia harus menyiapkan dollar Amerika dalam jumlah besar untuk transaksi.

“Hal ini tentu akan menguras devisa,” terangnya.

“Jika itu terjadi dalam waktu dekat maka bisa dipastikan nilai dollar akan semakin kuat. Sebaliknya dengan nilai rupiah, makin terpuruk,” pungkas legislator dari Dapil Sumatera Barat ini. (Joko)

Facebook Comments
Baca juga :   GMNI: Hentikan Freeport Eksplorasi Indonesia