Pemerintah Gagal Kelola Stok Jagung

Pemerintah Gagal Kelola Stok Jagung

SHARE

JAKARTA – Anggota Komisi 4 DPR Hermanto menilai Pemerintah gagal dalam mengelola stok jagung untuk pakan ternak. Indikatornya, harga jagung pakan meningkat sejak pekan ketiga Desember 2019 dan hingga saat ini belum kembali normal.

“Kegagalan mengelola stok jagung tersebut akan berdampak pada kenaikan harga daging ayam dan telur. Kenaikan harga daging dan telur ini tentu akan berkontribusi pada angka inflasi”, papar Hermanto menanggapi harga jagung pakan yang naik belakangan ini.

Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional Musbar Mesdi melaporkan, harga jagung pipil kering saat ini berkisar Rp 4.700–Rp5.200 per kilogram di berbagai daerah. Adapun harga normal jagung sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018 dipatok di angka Rp3.150–Rp4.000 per kilogram untuk jagung pipil kering dengan kadar air 15 persen.

Dewan jagung mengungkapkan, kebutuhan jagung untuk pakan berkisar 1 juta – 1,2 juta ton per bulan. Sementara itu pihak Kementerian Pertanian menilai kondisi produksi dan pasokan jagung saat ini tergolong aman. “Kalau pasokan aman sementara harga jagung naik, berarti ada yang salah dalam manajemen stok”, ucap legislator dari FPKS ini.

Karena itu, Hermanto mendesak pemerintah agar segera melakukan pembenahan manajemen stok agar harga jagung kembali normal.
“Segera lakukan pembenahan agar harga kembali normal sesuai Permendag Nomor 96 Tahun 2018”, pungkas lagislator dari dapil Sumbar 1 ini. (joko)

Facebook Comments