‘Penegak Hukum Belum Mampu Berantas Mafia Tanah’

 ‘Penegak Hukum Belum Mampu Berantas Mafia Tanah’

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Sarifuddin Sudding menilai proses penegakan hukum mafia pertanahan di tanah air belum mendapatkan hukuman yang setimpal.

Bagi Sudding, sistem penegakan hukum bagi mafia tanah masih sangat timpang. Untuk itu, Sudding meminta agar langkah tegas dari lembaga termasuk institusi penegakan hukum terkait menangani kasus sengketa tanah tersebut.

“Ketika masyarakat melakukan aktivitas di situ serta-merta mereka dilaporkan, ditangkap dan sebagainya karena itulah kekuatan para pemilik modal di situ. Dengan uangnya menggunakan para aparat, saya kira harus kita hentikan dan ubah paradigma, jangan masyarakat selalu jadi korban,” kata Sudding seperti keterangan tertulisnya diterima Lintas Parlemen, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Sudding mengaku, hal itu pernah disampaikan saat Komisi III DPR RI melakukan diskusi dengan warga kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Saat itu, warga setempat keluh kesah akibat sengketa tanah yang sudah terjadi menahun dan belum juga menemui titik terang.

Lebih lanjut, Sudding menekankan agar Kepolisian Daerah maupun Kejaksaan Tinggi untuk jeli dalam menelusuri terbitnya surat-surat tanah serta hak apa saja yang dimiliki perusahaan terhadap tanah tersebut.

Ia turut menegaskan bahwa jangan hanya rakyat yang dirugikan akibat kelalaian terbitnya pemalsuan berkas-berkas, baik itu oleh oknum aparat penegak humum maupun mafia-mafia tanah.

“Mafia tanah itu bukan masyarakat, tetapi para pemegang otoritas dalam menerbitkan berkas, disitulah mafia tanah ada. Saya berharap kepada Pak Kapolda dan Pak Kajati betul-betul dilihat proses penegakan hukum ini secara proporsional, jangan masyarakat yang hanya mencari sumber penghidupan, kemudian sumber kehidupan mereka dirampas begitu saja oleh para oknum pengusaha maupun mafia tanah,” papar Sudding.

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.