Pengurus Partai Golkar Kirim Somasi ke-2 Kepada Airlangga

Pengurus Partai Golkar Kirim Somasi ke-2 Kepada Airlangga

SHARE

JAKARTA – Pengurus Pleno DPP Partai Golkar kembali mengirimkan somasi kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Somasi dilayangkan karena perkembangan Partai Golkar yang semakin amburadul dan tidak ada tanda-tanda perubahan ke arah yang lebih baik. Sementara perkembangan politik menjelang pelfil presiden maupun Pilkada 2020 tetap berjalan cepat, namun Partai Golkar tetap berjalan di tempat.

“Somasi pertama telah dikirimkan pada tanggal 9 September 2019, namun tidak direspon oleh Airlangga Hartarto. Karenanya hari ini kita kirimkan kembali Somasi kedua pada 18 September 2019. Jika tidak juga diindahkan, pekan depan akan dilanjutkan langkah hukum perdata melalui lembaga peradilan,” ujar Tim Somasi Partai Golkar, Amriyati Amin, di Jakarta, Rabu (18/9/19).

Selain Amriyati Amin, Tim Somasi terdiri dari Cyprus Tatali, Emmalia Natar, dan Marleen Petta. Turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Viktus Murin dan Dewan Pembina Kesatuan Perempuan Partai Golkar Ulla Nurachwati.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Viktus Murin menegaskan, berbagai dinamika seperti Mosi Tidak Percaya, Somasi pertama, hingga Somasi kedua yang dilayangkan kepada Airlangga Hartarto semata untuk menjaga harkat, derajat dan martabat ketua umum serta Partai Golkar sebagai partai politik tertua dan terbesar di Indonesia. Karena jabatan ketua umum merupakan amanah sekaligus posisi terhormat yang tak boleh disalahgunakan demi kepentingan egoisme pribadi.

“Tugas para kaderlah menjaga agar jabatan ketua umum tidak menjadi barang rendahan. Karenanya, jika seseorang yang memegang jabatan ketua umum banyak melakukan penyimpangan, para kader yang cinta Partai Golkar harus mengingatkannya. Siapapun yang menjadi ketua umum tidak boleh menutup mata, telinga dan hatinya dari berbagai peringatan yang disampaikan para kadernya. Karena itu, jika Airlangga Hartarto gentleman, ia harus menyikapi somasi ini dengan bijaksana,” tutur Viktus.

Lebih jauh Tim Somasi Cyprus Tatali memaparkan, somasi yang disampaikan pada dasarnya berlandaskan beberapa hal. Antara lain, Airlangga Hartarto telah merusak prinsip tata kelola organisasi dengan mengangkangi AD/ART beserta ketentuan peraturan organisasi lainnya. Sehingga membuat Partai Golkar berada dalam kondisi ‘hal ihwal kegentingan yang memaksa’.

“Akibat tidak menjalankan amanat Musyawarah Luar Biasa 2017, Airlangga Hartarto kini membawa Partai Golkar berada dalam situasi krisis kepemimpinan dan terancam mengalami stagnasi konstitusional-organisatoris. Airlangga juga mencampakan aspirasi Pengurus Pleno DPP Partai Golkar yang menuntut diselenggarakannya Rapat Pleno sebagai forum musyawarah organisasi sebagaimana diatur AD/ART,” papar Cyprus Tatali.

Atas kerusakan tata kelola organisasi dan kemunduran budaya demokrasi di tubuh Partai Golkar yang ditimbulkan Airlangga Hartarto, Cyprus mengajak pengurus DPD Partai Golkar di provinsi hingga kabupaten/kota untuk menyatukan energi kolektif demi menyelamatkan keutuhan Partai Golkar. Pengurus DPD bisa melakukan langkah konstitusional mendesak DPP melaksanakan Rapat Pimpinan Nasional, yang pelaksanaannya bisa dilakukan jika disetujui 2/3 DPD provinsi.

“Dewan Pembina juga perlu bertindak lebih tegas mengkritisi kepemimpiman Airlangga Hartarto, yakni dengan cara memediasi terselenggaranya Rapat Pleno yang dituntut mayoritas Pengurus Pleno DPP Partai Golkar. Dengan demikian badai kemelut Partai Golkar bisa segera berlalu,” pungkasnya. (dwi)

Facebook Comments