‘Pentingnya Menjaga dan Menguatkan Moral Akhlak Anak Bangsa’

 ‘Pentingnya Menjaga dan Menguatkan Moral Akhlak Anak Bangsa’

BANDUNG – Anggota Komisi X DPR RI DR. Ir. H. Sodik Mudjahid, MSc mengingatkan kepada seluruh tenaga pendidik di seluruh Indonesia untuk menjaga moralitas generasi penerus bangsa. Bagi Sodik, moral adalah benteng terakhir pertahanan negara.

“Betapa pentingnya menjaga dan menguatkan moral akhlak anak bangsa,” kata Sodik dalam sambutannya pada acara Milad Universitas Al Gifari Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/8/2022) kemarin.

Ketua Yayasan Darul Hikam ini menyampaikan, praktek revolusi mental Presiden Jokowi untuk menjadi manusia berintegritas yang ingin bekerja keras agar bisa bekerja lebih semangat bergotong royong. Di mana ‘evolusi mental untuk menggembleng manusia berhati putih, bersemangat elang rajawali, berkemauan baja, berjiwa api yang menyala-nyala’.

“Pada periode pertama kepemimpinan Presiden Jokowi, salah satu program yang dicanangkan adalah Revolusi Moral. Jokowi melihat betapa moral anak bangsa saat ini sangat rapuh. Indikasinya, makin banyak pejabat-pejabat negara yang dipenjara karena korupsi,” jelas Sodik.

“Sekembalinya ke tanah air, Imam Besar Ummat Islam Habib Riziek Shihab (HRS) juga menyerukan Revolusi Akhlak. Habib Riziek melihat terjadinya kemerosotan akhlak umat secara menyeluruh,” sambungnya.

Politisi Partai Gerindra yang pernah aktif di HMI dan PII ini menilai, seruan Jokowi terkait Revolusi Mental dan seruan Habib Riziek soal Revolusi Akhlak sangat tepat jika dimulai dari bangku pendidikan.

Oleh karena itu, Sodik menekankan agar para pendidik (Guru dan Dosen) tidak hanya sekedar mendidik siswanya untuk berprestasi di bidang akademik. Namun, perlu penguatan moral akhlak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dengan menciptakan manusia beriman bertaqwa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

Selain di hadapan para Guru, Dosen, dan tamu undangan pada acara itu, dihadiri oleh sejumlah tokoh lainnya seperti Rektor Universitas Al Gifari Prof. Didin Muhafidin, Ketua Yayasan Al Gifari Tom Maskun, Ketua Kopertis Jabar Eni Sumarni. Saat itu, Sodik sempat bermain angklun yang sangat menyenangkan menjadi salah satu alat musik tradisional warisan budaya leluhur.

“Ayo, mari kita sama-sama jaga tradisi dan warisan budaya supaya tidak punah dan anak cucu kita tidak hanya mendengar ceritanya saja,” terang Sodik

Laporan: Andy P Lubis

Editor: Habib Harsono

 

Digiqole ad

Berita Terkait