Penyebab Ekonomi Sulsel Diyakini Baik-baik Sja di Zaman Sulit

 Penyebab Ekonomi Sulsel Diyakini Baik-baik Sja di Zaman Sulit

JAKARTA – Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) tak perlu khawatir berlebihan terkait kondisi ekonomi ke depannya, khususnya di Triwulan III 2022. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel I Amir Uskara.

Menurut Amir, kondisi ekonomi Sulsel tahun ini diperkirakan bakal meningkat dengan relaksasi pembatasan aktivitas. Di mana relaksasi itu untuk meningkatkan konsumsi masyarakat, termasuk konsumsi pemerintah hingga kini makin membaik saat ada beberapa daerah melakukan panen raya padi serta sejumlah komoditas hortikultura lainnya.

“Bila kita melihat pengeluarannya, besar potensi ekonomi Sulsel meningkat pada pertumbuhan di Triwulan II 2022 khususnya untuk mendorong konsumsi rumah tangga diyakini ikut mengangkat ekspor jasa dan barang,” ujar Amir seperti rilis diterima wartawan, Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Sebagai informasi, sesuai laporan ekonomi di Sulsel yang dirilis Bank Indonesia (BI) di bulan Agustus 2022 lalu, tepatnya Triwulan II 2022 tumbuh di angka 5,18% (yoy). Hal itu lebih tinggi bila dibandingkan dengan Triwulan I 2022, hanya tumbuh di angka 4,28% (yoy).

“Sementara itu, di sisi penawaran pada perbaikan ekonomi cukup mendorong terciptanya banyak lapangan usaha utama seperti perdagangan, Industri Pengolahan, informasi, komunikasi, kontruksi dan transportasi,” sambung Amir.

Menurut Amir, di tahun 2023, sistem ekonomi global termasuk ekonomi domestik bisa diprediksi mempunyai tantangan tersendiri di bidang ekonomi berbeda di tahun-tahun sebelumnya. Tantangan utamanya yakni, terkait suplai yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina serta geopolitik lokal dan global.

“Pada sisi permintaan terus bertambah yang membuat tidak cocoknya antara supply and demand untuk meningkatkan harga barang dan jasa,” lanjutnya.

Menurut Amir, sektor petanian dan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) penyebab ekonomi Sulsel terus membaik. Alasan itu pula, Amir menyakini kondisi ekonomi di Sulsel bisa diprediksi baik-baik saja beberapa bulan ke depan.

“Kita di DPR ingin mengetahui dukungan sejumlah terobosan, termasuk kontribusi daerah untuk meningkatkan ekonomi Sulsel di sektor pertanian, UMKM, pariwisata dan termasuk sektor lainnya,” terang Amir.

Alumni HMI ini menjelaskan, dirinya dapat mendapatkan informasi rutin terkait kondisi ekonomi terkini di Sulsel melalui Kunjungan Kerja (Kunker) di tengah masyarakat. Di mana pelaksanaan kebijakan pemerintah setempat sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi Sulsel.

“Kebijakan itu baik karena berhubungan dengan kebijakan moneter, fiskal,  serta sektor jasa keuangan dalam penguatan apa saja yang dibutuhkan di daerah tersebut,” ujar Amir.

Editor: Habib Harsono

 

 

 

 

Digiqole ad

Berita Terkait