Penyelesaian Konflik Golkar, Bamsoet: Lepaskan Ego Sektoral!

 Penyelesaian Konflik Golkar, Bamsoet: Lepaskan Ego Sektoral!

Bendahara Umum DPP Partai Golkar dan Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Soesetyo

JAKARTA, LintasParlemen.Com – Bendahara Umum DPP Partai Golkar hasil munas Bali Bambang Soesetyo (Bamsoet) mengingatkan seluruh pihak di internal partai beringin untuk melepaskan ego.

Hal itu diungkapkan Bamsoet setelah menilai keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi Golkar versi Agung Laksono. Namun pemerintah belum juga menerbitkan surat penyesahan kepengurusan hasil munas Bali.

Sehingga dengan kondisi tersebut tentu menjadi sebuah babak baru atas kegaduhan politik di tubuh partai beringin itu.

Karena itu, Tim sukses Calon Ketua Umum (Caketum) Ade Komarudin (Akom) ini, mengingatkan pihak pemerintah dan termasuk kader Golkar untuk melepaskan ego masing-masing untuk menyelesaikan kegaduhan ini.

“Kami percaya semua kader Partai Golkar mulai dari akar rumput hingga sesepuh sangat berkepentingan agar Partai Golkar tidak hancur hanya karena ego dan ambisi kelompok tertentu,” kata Bamsoet pada wartawan, Jakarta, Ahad (06/03) kemarin.

Bamsoet meminta pemerintah  segera mengesahkan kepengurusan hasil Munas Bali dan penyelenggara munas adalah kepengurusan hasil Munas Bali.

Karena itu, ia mengungkapkan, di internal Golkar perlu mencari solusi jika pemerintah tetap berkukuh tidak akan menerbitkan SK kepengurusan baru dan tetap berpegang pada SK perpanjangan  kepengurusan Munas Riau.

“Bila keadaan tanpa kejelasan ini terus berlanjut, di mana kepengurusan hasil Munas Ancol telah dibatalkan. Sedangkan kepengurusan hasil Munas Bali tetap diambangkan kendati telah dimenangkan secara hukum (inkrah) seperti halnya kasus PPP, maka dikhawatirkan akan muncul lagi munas tandingan kedua dengan modus penyelamatan partai,” jelas Ketua Komisi III DPR RI ini.

“Dan ujung-ujungnya mudah ditebak. Munas penyelamatan partai inilah yang bakal di-endors dan kembali menjadi kuda troya pemerintah melalui operasi senyap untuk mengakhirnya kemelut Partai Golkar,” sambungnya. (SCA)

Digiqole ad

Berita Terkait